Gubernur Lantik Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah Sulsel

blog-detail.jpg

Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si.,M.H melantik dan mengukuhkan pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel, di Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (22/11/2016). Andi Januar Jaury Darwis dipercaya untuk memimpin BPPD Sulsel periode 2016 - 2019.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menekankan agar BPPD Sulsel menemukan kekuatan pariwisata daerah untuk selanjutnya dikemas agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Destinasi wisata yang ada harus diperkuat dengan agenda yang jelas, agar target di tahun 2017 bisa tercapai.

"Sulsel adalah provinsi terbaik di seluruh Indonesia. Tidak boleh kalah. Karena itu, BPPD harus menemukan kekuatan pariwisata kita," kata Syahrul.

Menurutnya, target yang ada akan mudah dicapai jika ada visi bersama untuk memajukan sektor pariwisata. Manajemen sangat penting, sehingga BPPD harus menentukan fokusnya dimana. 

"Siapkan semua apa yang diinginkan turis asing. Kalau agenda jelas, target 2017 bisa dicapai," tegasnya.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Syafruddin Rahim, mengatakan, BPPD Sulsel akan memberikan masukan-masukan terkait pengembangan pariwisata Sulsel. Sedangkan, secara teknis pelaksanaannya akan tetap dilaksanakan Dinas Pariwisata Sulsel.

"BPPD juga akan berperan agar semua kabupaten dan kota di Sulsel memiliki visi yang sama untuk pengembangan sektor pariwisata," kata Syafruddin. 

Usai pelantikan, Andi Januar Jaury Darwis, menyampaikan, industri pariwisata terus berkembang secara global. Ketika industri lain melambat, industri pariwisata justru menggeliat. Karenanya, dibutuhkan inovasi dan kreatifitas untuk menjual produk pariwisata. 

"BPPD ini bertugas memajukan industri pariwisata Sulsel. Sulsel dikenal dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, namun berapa kontribusi sektor pariwisata," ujarnya.

Menurutnya, tingkat kunjungan wisatawan nusantara sangat signifikan. Namun, belum berbanding ideal dengan kunjungan wisatawan asing. Padahal, Makassar adalah hub di Kawasan Timur Indonesia (KTI). 

"Kita berharap ke depannya, semua stakeholder berkomitmen agar sektor pariwisata bisa menjadi ruang meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Selasa, 22 November 2016 (Dw/Rs)

Register For Vote