Hari Jadi Sulawesi Selatan Dan Gerakan 1000 Kebaikan

Hari Jadi Sulawesi Selatan Tahun ini kembali kita peringati seperti tahun-tahun sebelumnya, namun peringatan Hari Jadi Sulsel yang ke-347 yang jatuh pada tangga 19 Oktober 2016, diperingati dengan nuansa yang berbeda, mulai dengan tidak ditampilkannya Baco dan Besse sebagai ikon Hari jadi, begitu pula dengan tema “Membangun Indonesia dari Sulawesi Selatan” Kita Bangga, Kita Sayang, Sulawesi Selatan Selalu di Hati. Ini suatu Tema yang lebih mengarah kepada spirit, semangat dan kecintaan untuk membangun Sulawesi Selatan yang lebih baik demi kesejahteraan masyarakat.

Begitu pula dengan diadakannya berbagai kegiatan dan lomba yang lebih kreatif, inovatif dan spektakuler, jauh dari kesan seremonial seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi lebih mengarah kepada adu bakat dan prestasi. Kegiatan itu antaralain Festival Pelajar Terbesar yang diikuti oleh 24 Kab/Kota se-Sulsel dengan jumlah peserta mencapai 10.924 Anak dari Tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan SLB, Menari 24Jam Nonstop secara marathon oleh 24 kelompok/group dari 24 Kab/Kota se-Sulawesi Selatan. Menari terlama oleh 19 anak selama 24 jam nonstop dari Siswa-Siswi SMKN 1 Somba Opu Kabupaten Gowa dan didukung oleh Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulawesi Selatan. Pembuatan rangkaian kue tradisional Sulawesi Selatan setinggi 19 meter, dan karnaval kendaraan hias.

Terlepas dari  semua itu, ada hal yang paling menarik  dari peringatan Hari Jadi Tahun ini, yakni adanya aksi nyata yang dilakukan oleh para SKPD dalam lingkup Pemerintah Provinsi Selatan melalui “Gerakan 1000 Perbaikan menuju 1000 Kebaikan” atau Gerakan 1000 G, yang diprakarsai Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. (HC) H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, M.H. Gerakan ini memberikan spirit, semangat untuk selalu bekerja demi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Syahrul,Gerakan ini dimaksudkan “Untuk meningkatkan level atau tingkatan Provinsi Sulawesi Selatan agar masyarakatnya lebih sejahtera, lebih damai, tenteram, lebih teratur, tidak ada korupsi dan tidak ada pungutan liar (pungli)”.

“Semua pihak harus bergerak untuk menghadirkan daerah yang makin maju, makin mandiri, dan hidup dalam kehidupan yang makin modern. Kalau selama ini kita telah melakukan hal-hal yang besar, kini saatnya kita melakukan hal-hal yang kecil yang bisa dirasakan langsung masyarakat,” ungkap Syahrul.

Gerakan 1000 G ini, diharapkan akan dapat memberikan motivasi kepada kita, seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk beramai-ramai melakukan kebaikan, sekecil apapun kebaikan itu yang penting memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

Syahrul tentunya berharap diperiode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Sulsel, Ir. H. Agus Arifin Numang, MS dapat berbuat lebih dari selama ini yang dilakukan, termasuk berbuat yang kecil namun memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.

Gerakan 1000 G yang dimulai dari Bulan Agustus tahun ini telah banyak memberikan inovasi.Kreatifitas dari seluruh SKPD, terbukti ada 22 gerakan yang telah dilakukan dan berhasil mendapatkan rekor dunia,antara lain : Khitanan massal pada 1000 titik di 24 Kabupaten/Kota, Penanaman Tanaman Perkebunan di 1000 titik pada 1000 Desa di Sulawesi Selatan, Gerakan Penebaran Benih Ikan Serentak pada 1000 di 24 Kab/Kota se-Sulawesi Selatan dengan jumlah 1.974.910 benih ikan dan penciptaan 1000 kelompok Wirausaha baru berbasis Desa/Kelurahan se-Sulawesi Selatan dan banyak lagi yang lain.Semuanya ini telah membawa dampak yang sangat signifikan terhadap masyarakat.  Oleh karena itu Gerakan ini harus lebih digaungkan dan disosialisaikan, bukan hanya dilingkup SKPD tetapi seluruh komponen jajaran pemerintahan seperti TNI, Kepolisian, BUMN, Perbankan, para pengusaha dan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

Hari jadi Sulawesi Selatan telah berakhir yang ditutup dengan acara malam ramah tamah yang berlangsung di atas jembatan Center Point of Indonesia (CPI) di Jalan Metro Tanjung Bunga. Hari jadi yang banyak meninggalkan kenangan, prestasi dan rekor MuRI. Apa yang kita raih pada hari jadi tahun ini, bukan berarti sudah berakhir sampai disini, tapi merupakan langkah awal untuk terus bekerja, berbuat untuk kepentingan rakyat.

Masih banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan dan bermanfaat langsung untuk masyarakat, namun perlu kecerdasan yang lebih mendalam untuk menerjemahkan Gerakan 1000 G yang dicanangkan Gubernur Sulsel, Syharul Yasin Limpo, seperti apa.Tapi yang pasti semua bisa melakukannya, tergantung dari kemauan dan komitmen kita.

Akhirnya mari kita dukung gerakan ini dengan berbuat mulai dari yang kecil, yang penting bermanfaat kepada masyarakat, karena hal yang besar biasanya berawal dari yang kecil. (Lukmanuddin)