Gubernur Tinjau Pabrik Pakan Mandiri Barakka 557 Kabupaten Pinrang

blog-detail.jpg

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten Pinrang, dari tangga 16 hingga 17 November 2020.

Di hari Kedua, Gubernur Sulawesi Selatan didampingi Bupati Pinrang melakukan peninjauan ke pabrik pakan mandiri Barakka 557 di Kelurahan Lanrisang, Kelurahan Lanrisang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Selasa, 17 November 2020.

Kunjungan ini untuk memastikan seluruh kebutuhan pakan untuk pengembangan potensi sumber daya alam di Kabupaten Pinrang terpenuhi. 

Syarifuddin Zain pembina pabrik pakan mandiri Barakka 557 mengatakan, pabrik ini menjual pakan untuk ikan air tawar dan air payau bandeng dan nila. 

"Kami memproduksi pakan untuk ikan air tawar dan air payau bandeng dan nila, yang bahan bakunya dari bahan lokal ikan rucah (genus, Bentopelagik, jenis ikan kecil atau ikan teri yang memiliki kandungan protein dan lemak yang relatif tinggi)," ungkapnya. 

Ia menjelaskan jenis ikan yang dijadikan bahan baku ini, tidak dikomsumsi manusia, dan biasanya dibuang ke kembali ke laut.

"Perkembangannya cukup cepat dengan produksi dalam satu hari 1 ton. Pabrik ini masih dalam skala kecil, juga masih tergantung cuaca dengan pengeringan tradisional. Dan dengan adanya pabrik ini alhamdulilah ikan yang tidak dikomsumsi manusia bisa kembali bernilai tinggi," jelasnya. 

Syarifuddin juga mengaku pabrik pakan ini dikelola oleh koperasi gabungan kelompok tani (gapoktan).

"Pabrik pakan ini dioperasikan tahun 2016 dan ditahun 2019 hasil produksinya baru dipasarkan keluar Kabupaten Pinrang  seperti ke Kabupaten Barru, Maros dan  Enrekang serta Malili (Lutim). Kemudian di tahun 2020 ini dipasarkan hingga Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Kalimantan,"sebutnya. 

Lebih jauh ia mengatakan sumber daya manusia yang digunakan adalah anak pesantren sebanyak delapan orang.

"Jadi mereka bekerja dalam sehari empat orang secara bergantian, dilakukan sejak pandemi Covid-19. Dalam setiap kilo produksi pakan juga disisihkan untuk pesantren yang juga terdapat panti asuhan didalamnya," pungkasnya. 

Syarifuddin menambahkan Gubernur Sulsel pada kunjungan ini memberikan bantuan terutama dalam hal packaging, bahkan relokasi pabrik. 

"Alhamdulillah kunjungan ini merupakan berkah bagi mereka sesuai dengan nama dari pabrik ini," tutupnya. 

Diketahui kunjungan Gubernur Sulsel dilakukan setelah melakukan panen udang windu di kawasan budidaya windu ramah lingkungan kemarin.

Selasa, 17 November 2020 (Diskominfo)

 

Register For Vote