Wagub : Kajian Islam Online Hadirkan Ustadz Firanda Andirja dengan Tema Kiat Meraih Malam Lailatul Qadar

blog-detail.jpg

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman melalui program andalan mengaji kembali mengadakan kajian Islam yang disiarkan secara online.Kamis, 14 Mei 2020, atau hari ke-21 Ramadhan.

Kajian dengan tema Kiat Meraih Malam Lailatul Qadar,  dibawakan oleh Ustadz Dr Firanda Andirja MA. Kajian online ini disiarkan live di Fanpage Facebook Andi Sudirman Sulaiman dan live instagram @andisudirman.sulaiman. Peserta kajian pun bisa ikut melalui Zoom Meeting.

Andalan mengaji merupakan perkumpulan gerakan aktivitas sosial maupun keagamaan. Kehadiran andalan mengaji atas inisiasi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, beserta sang istri, Naoemi Octarina yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengajak seluruh masyarakat khususnya umat muslim untuk mengikuti sesi kajian yang ketiga kalinya ini dilakukan selama bulan Ramadhan. 

"Mari kita bersama mendengarkan ceramah kiat meraih malam Lailatul Qadar, semoga memberikan mamfaat bagi kita semua dan bernilai ibadah disisi Allah," ungkapnya.

Orang nomor dua di Sulsel ini kembali mengingatkan, kepada masyarakat untuk bersama-sama melawan virus corona dengan mengikuti seluruh imbauan pemerintah.

"Mari kita terus mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 Dengan disiplin dalam mengikuti imbauan yang dikeluarkan pemerintah,"imbuhnya.

Sementara itu Ustadz Firanda Andirja, dalam tausyiahnya menyampaikan, malam Lailatul Qadar menjanjikan banyak hal,maka perbanyaklah beribadah ."Lailatul Qadar adalah anugerah yang diberikan oleh Allah, itu suatu nikmat yang luar biasa.  Beribadah pada malam Lailatul Qadar, lebih baik dari pada seribu bulan atau setara 83 tahun," ujarnya.

Da'i kelahiran Surabaya pada 28 Oktober 1979 ini mengaku, dia menyebutkan makna Lailatul Qadar ada tiga penafsiran "Pertama, dari bahasa arab, Lailatul Qadar adalah Asy-syaraf artinya suatu kemuliaan dan keagungan. Karena (malam Lailatul Qadar) diridhoi oleh Allah lebih baik dari pada seribu bulan," jelasnya.

Kedua, Lailatul Qadar memiliki makna takdir. Di mana pada malam itu Allah menurunkan takdir tahunan. Terakhir, memiliki makna sempit, yakni malam tersebut para malaikat turun ke bumi.

Pada malam Lailatul Qadar, kata Ustadz Firanda, semuanya bisa dirasakan. "Namun siapa yang dapat keberkahan pada malam Lailatul Qadar? Itulah yang beribadah," katanya.

Kapan malam Lailatul Qadar? Beberapa hadist memberikan pendapat yang berbeda. Ada yang menyebut pada malam ke 21, ada pula malam ke-27. Namun ada pula berpendapat, malam Lailatul Qadar berbeda setiap tahunnya. 

"Rasulullah menyuruh sahabatnya beribadah pada malam-malam ganjil, paling sangat diharapkan pada malam ke-27. Barangsiapa beribadah 10 malam terakhir dengan serius dan ikhlas kepada Allah, maka dipastikan akan mendapatkan Lailatul Qadar," jelasnya.

Meski begitu, dirinya menyampaikan, bahwa dari awal Ramadan hingga akhir semuanya mulia. Namun yang paling mulia di malam Lailatul Qadar. Ustadz Firanda pun mengaku, jika Rasulullah ibadahnya spesial di sepuluh malam terakhir Ramadan. 

Olehnya itu, dirinya mengajak di sepuluh hari terakhir Ramadhan ini, perbanyak beribadah.

 "Jika 10 hari terakhir kita serius dalam beribadah, akan mendapatkan Lailatul Qadar. Maka kita dapat umur bonus 83 tahun (seribu bulan) yang isinya ibadah. Ini penghematan umur. Inilah nikmat dari Allah," bebernya.

Malam tersebut, kata dia, tidak hanya shalat, diselingi dengan membaca Al Qur'an, dzikir dan doa-doa.

"Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh keimanan, akan diampuni dosa-dosanya," imbuhnya.

Ustadz yang pernah berceramah berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi ini pun memberikan doa terbaik di malam Lailatul Qadar. Doa ini biasanya dibacakan oleh Nabi Muhammad.

Yaitu "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’," artinya Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.

Tak lupa pula, dirinya mengingatkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19, hendaknya melakukan shalat di rumah saja.

Kamis ( 14 Mei 2020) Srf/Sr

Register For Vote