Wagub Sampaikan Program Penanganan Covid di Sulsel

blog-detail.jpg

:Wakil Gubernur Provinsi Sulsel,  Andi Sudirman Sulaiman secara virtual mengikuti Rapat Koordinasi penanganan covid-19 yang dipimpin lansung Presiden RI Joko Widodo.Senin (15/9).

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Mengaku berbagai inovasi dan program terus dilakukan dalan menangani dan memutus rantai penularan covid-19 di Sulsel. 

"Berbagai program yang dilakukan dalam penanganan covid-19 diantaranya program wisata covid-19 yang sangat efektif dalam menekan penyebaran virus berbahaya ini dengan memisahkan pasien covid yang tanpa gejala dan ditempatkan dihotel dengan asupan gisi yang baik,"ungkapnya. 

Ia menjelaskan Pemerintah provinsi sulsel juga meningkatkan specimen swab test dengan lab yang dimiliki serta mobile PCR. 

"Kami juga meningkatkan specimen swab test dengan lab lab yang dimiliki termasuk inovasi mobile PCR yang sangat mendukung dalam kondisi medan Sulsel yang berjauhan antar Kabupaten dan Kota,"jelasnya. 

Wagub lebih jauh mengaku pada bulan juli dan agustus kasus covid-19 disulsel telah melandai tetapi meningkat kembali dalam satu pekan terakhir dalam bulan september ini .

"Satu pekan terakhir kasus covid-19 mengalami peningkatan yang salah satunya diindikasi karena adanya libur dan kegiatan rapat umum terbuka pilkada,"pungkasnya.

Pada kesempatan itu Wagub sulsel Menyampaikan kepada Pemerintah pusat dan KPU untuk terus mendukung langkah Pemerintah Sulsel dalam mengatasi Covid 19.Diantaranya dengan menambah mobil PCR. 

"Agar pemerintah pusat untuk menambah armada mobile PCR serta kami menekankan kembali kepada KPU untuk menertibkan kegiatan proses Pilkada 2020. Mematuhi protokoler kesehatan yang ketat untuk menghindari cluster pilkada,"tutupnya

Sementara itu Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan untuk memprioritaskan penanganan wabah Covid 19 di 8 Provinsi.

"8 Provinsi menjadi prioritas penanganan covid-19 yaitu DKI Jakarta, Jatim, Jateng, Jabar, Sulsel, Kalsel, Bali, dan Sumut. Dengan harapan Provinsi yang menjadi prioritas dan daerah dengan zona risiko tinggi serta sedang, terus menguatkan penerapan protokol kesehatan,"tegasnya.

Diketahui Rakor ini diikuti Menkes, Menbumn, Kasad, Ka BNPB, Wakapolri, Pangdam dan Kapolda 8 Provinsi serta 8 Kepala Daerah.

Selasa, 15 september 2020 (Diskominfo)

Register For Vote