Dukungan terhadap Ketua DPD I Golkar Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus mengalir dari berbagai daerah. Salah satunya, dari Golkar Riau.
Sebanyak 12 DPD II di Riau menemui SYL di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (26/3) malam lalu. Mereka bahkan menandatangani dukungan secara tertulis untuk SYL bertarung di Musyawarah Nasional (Munas) Golkar, yang akan digelar pertengahan Mei nanti. Ke-12 DPD II Golkar Riau yang datang menemui SYL, antara lain, Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kota Dumai, serta Kota Pekanbaru.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bengkalis, H. Indra Gunawan mengatakan, Riau pada dasarnya sama dengan Sulsel, yang merupakan lumbung suara Golkar. Di Riau, dari sembilan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, enam diantaranya dimenangkan kader Golkar. Meskipun, pada pilkada serentak Golkar tidak mengusung secara khusus karena persoalan dualisme di pusat.
"Suara Golkar di Sulawesi Selatan merupakan semangat bagi kami. Saya selalu ingat kata-kata Pak SYL, urusan dualisme di pusat selesaikan di pusat, jangan ganggu kami di daerah. Seperti itu juga di Riau," kata Indra.
Ia menyatakan, kedatangannya menemui SYL bukan sekedar silaturrahmi biasa, tetapi sudah merupakan bentuk dukungan terhadap SYL di Munas Golkar nanti. Dukungan untuk SYL tidak akan berubah hingga Munas.
"Apa yang terjadi di DPP, sangat mempengaruhi perolehan suara Golkar di daerah. Golkar butuh pemimpin yang tegas, yang bisa menyelesaikan dualisme ini. Bagaimanapun, Golkar adalah pemain lama. Kami datang kesini, sudah ada dukungan untuk Pak SYL. Kami serahkan dukungan tertulis, bahkan untuk cap jempol darahpun kami siap jika diminta," tegasnya.
Indra bersama rombongan juga meminta kepada SYL agar Sulawesi Selatan bisa menjadi tuan rumah Munas. Sebagai yang punya pengalaman sebagai tuan rumah Munas Riau beberapa waktu lalu, mereka pun siap membantu.
"Kalau bisa, Pak SYL usahakan agar Munas bisa dilakukan disini. Makassar ini cukup lengkap, semua fasilitas ada untuk melakukan Munas," pinta Indra.
Menanggapi kedatangan ke-12 DPD II Riau, SYL menyatakan, kemarahan para kader Golkar di daerah akibat imbas dari dualisme tersebut, juga merupakan kemarahannya. Akibat kisruh di pusat, suara Golkar terus merosot dari periode ke periode. Bahkan, dalam lima tahun tidak ada kaderisasi.
"Munas ini bukan hanya memilih ketua, tapi daya ukur kematangan politik kita di Golkar. Memang ada hal yang saya anggap perlu dibicarakan. Berhasil menjadi ketua atau tidak, bukan itu yang terpenting. Tapi, bagaimana mengembalikan kebesaran Partai Golkar," tegasnya.
Terkait usulan untuk dilakukan Munas di Sulawesi Selatan, SYL mengaku akan mengusulkannya ke panitia. Tetapi ia menegaskan, dimanapun Munas dilaksanakan, harus tetap direbut. "Mau dilaksanakan di Makassar, Yogyakarta, Ambol, atau dimanapun, kita rebut," kata SYL.
Minggu, 27 Maret 2016 (Dw/Er)