Rencana pemerintah pusat yang akan memangkas tenaga honorer khususnya mereka yang dianggap tidak bekerja maksimal bahkan hanya fiktif ditanggapi Pemerintah Provinsi Sulsel.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu mengaku, selama ini tenaga honorer di lingkup Pemprov Sulsel telah bekerja maksimal meski tidak dipungkiri ada sebagian yang malas.
Seluruh tenaga honorer di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel dipastikan tidak ada yang fiktif karena mereka direkrut oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Prov. Sulsel, Ir. H. Abdul Latif, M.Si.,MM menambahkan, seorang tenaga honorer tidak mungkin menerima gaji apa bila tidak memiliki SK Pengangkatan dari Pimpinan SKPD sehingga hampir mustahil ada fiktif.
Latif juga mengaku, upaya pembenahan tenaga honorer di lingkup Pemprov Sulsel terus dilakukan sehingga tidak membebani anggaran pemerintah.
Rabu, 21 Desember 2016 (Srf/Na)