Munculnya terorisme dan radikalisme di Idonesia, boleh jadi disebabkan berbagai hal, diantaranya adanya kesenjangan sosial, kesejahteraan yang tidak merata, pemerataan pembangunan serta lainnya.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam melihat hal ini, terus melakukan berbagai langkah dan pendekatan langsung kepada masyarakat, diantaranya dengan melakukan Program Bakti Sosial Pesantren Bersinar.
Program ini dengan menyerahkan bantuan fasilitas listrik ramah lingkungan kepada 10 pondok pesantren yang ada di Sulsel, termasuk yang ada di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Penyerahan bantuan diberikan langsung oleh Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Suhardi Alius, M.H didampingi Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (28/9/2016).
Kepala BNPT, Suhardi Alius mengatakan, penanggulangan terorisme dilakukan dengan cara pencegahan, dan penindakan secara menyeluruh.
Upaya yang dilakukan dalam program ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah ditengah rakyat, dalam menyelesaikan setiap masalah dan memenuhi semua kebutuhannnya, khususnya energi listrik.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sangat mengapresiasi langkah BNPT dalam melakukan upaya prepentif mencegah berkembangnya radikalisme dengan memberikan bantuan kepada masyarakat.
Syahrul juga mengaku, tenaga listrik sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting karena tanpanya semua aktifitas dapat terganggu, sehingga pemerintah terus berupaya memenuhinya.
Rabu, 28 September 2016 (Srf/