Perusahaan BUMN Cina yang bergerak di bidang komunikasi, PT ZTE, akan membangun research center di Universitas Hasanuddin (Unhas). Memorandum of Understanding antara PT ZTE dan Unhas akan dilakukan 29 September mendatang.

Anggota Dewan Riset Nasional, Dr Eng Ir Zulfajri Basri H M Eng, mengatakan, PT ZTE tidak hanya menandatangani MoU dengan Unhas, tapi juga dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Dalam draft MoU disepakati, PT ZTE akan membangun research center di Unhas dan menghibahkan alat-alat untuk innovation lab.

"PT ZTE juga akan memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa di Unhas untuk belajar ke Cina," kata Zulfajri, usai bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur, Selasa (30/8).

Zulfajri mengungkapkan, kerjasama tersebut akan sangat menguntungkan bagi Unhas, khususnya dalam hal penelitian di bidang IT. Di Indonesia, hanya dua perguruan tinggi yang digandeng PT ZTE, yakni Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Unhas.

"Banyak yang berminat, tapi ZTE ingin ke Kawasan Timur Indonesia. Ke depannya, bisa saja bisnis to bisnis setelah ada negosiasi lebih lanjut," ujarnya.

Sementara, Representasi ZTE di Indonesia, Cheng Fang, menjelaskan, ZTE merupakan perusahaan komunikasi. Salah satu produknya adalah ponsel smartphone ZTE. Namun, lebih banyak bekerjasama dengan provider.

"Kami lebih banyak menyuplai equipment untuk provider, seperti Telkomsel," kata Cheng Fang.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyambut baik program tersebut. Sepanjang positif untuk pendidikan, maka menjadi bagian penting untuk disikapi.

"Saya pikir, kerjasama ini adalah  gate untuk membangun kerjasama yang lebih baik lagi ke depannya, utamanya untuk pengembangan SDM dan IT. Cina memang berkembang luar biasa," kata Syahrul.

Selasa, 30 Agustus 2016  (Dw/Tn)