Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI,  Eko Putro Sandjoyo melakukan Roadshow,  terkait penguatan kebijakan pembangunan  dan pemberdayaan masyarakat desa,  di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (19/12/2016).Dalam sambutannya, Eko mengatakan, membangun Indonesia dari pinggiran, dari desa,  merupakan program pemerintahan Jokowi JK. Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi turunnya perekonomian dunia.

"Pemerintah memberi Dana Desa Rp 20,8 triliun. Dan ini bisa mengerem. Serta memajukan pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkap Eko.

Sehingga Dana Desa ini diperuntukkan untuk membangun infrastruktur dan bisa memberdayakan masyarakat desa.

"Dana Desa ink masih banyak kekurangan karena merupakan hal baru. Masih banyak yang harus diperbaiki," kata Eko.

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel,  Agus Arifin Nu'mang memaparkan, hingga 2015 pendamping desa saat ini sudah mencapai 938. Pendamping desa ini yang membantu pemerintah dalam mengawasi implementasi dari Dana Desa ini.

"Secara umum kebijakan Dana Desa tersebut membawa dampak signifikan pada pembangunan desa. Perubahannya mulai dirasakan masyarakat. Tetapi masih lebih banyak pada infrastruktur dan sosial kesejahteraan," jelas Agus.

Tahun 2016 ini, Dana Desa Sulsel Rp 1,425 triliun. Jumlah ini dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Kedepannya, peruntukkan Dana Desa ini juga digunakan untuk pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis potensi desa," jelasnya.

Disamping itu, Agus juga mengungkapkan masih banyak yang perlu diperbaiki dalam penggunaan Dana Desa ini. Termasuk juga pengawasannya. Mengingat masih ada pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaannya.

"Dua tahun terakhir masih ada masalah dan hambatan, baik itu oknum yang menyalahkan dana desa. Serta prioritas tidak sesuai peruntukannya," pungkasnya.

Senin, 19 Desember 2016 (Srf/Hr)