MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, mengambil sumpah dan melantik delapan pejabat Eselon II, di Ruang Pola Kantor Gubernur, Kamis (1 September 2016). Mereka yang dilantik antara lain, H. Sidik Salam (Asisten Kesejahteraan Rakyat), H. Jufri Rahman (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), Agustinus Appang (Kepala Dinas Tenaga Kerja), Andi Arwin Aziz (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah), Sulkaf S. Latif (Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan), Malik Faisal (Kepala Biro Umum), Ashari Fakhsirie Radjamilo (Kepala Biro Humas dan Protokol), dan Denny Irawan (Kepala Biro Kerjasama).
Selain melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, Syahrul juga melantik pejabat administrator dan pejabat pengawas. Diantaranya, Badaruddin sebagai Kepala Bagian Humas Pemprov Sulsel.
Sekedar diketahui, di lingkup Pemprov Sulsel, masih ada beberapa posisi strategis yang masih lowong dan dijabat pelaksana tugas. Seperti, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel dan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Sulsel.
Syahrul mengatakan, pihaknya terus berupaya mengisi posisi yang lowong. Tetapi, dengan berbagai perubahan aturan terhadap kebutuhan personel, terutama pada pejabat-pejabat kelas atas atau Eselon II, membutuhkan proses yang panjang.
"Harus melalui proses lelang jabatan Aparatur Sipil Negara atau ASN yang saat ini masih tarik ulur antara pemerintah pusat dan daerah. Olehnya itu, kalau dibilang kapan akan diisi, kita akan mengisi sesuai dengan prosesnya. Habis ini, akan ada pelelangan-pelelangan," terang Syahrul.
Ia mengungkapkan, meskipun dibawah kendali pelaksana tugas, tetapi dirinya menjamin semua dalam kendali yang utuh. Pelaksana tugas melaksanakan tugasnya dengan sangat baik.
"Dengan tim ASN pelelangan yang masih kontraksi, tidak hanya di daerah, pusat pun seperti itu. Tidak bisa segera move untuk melakukan pengisian jabatan.
Saya kira semua berjalan seperti proses yang ada," jelasnya.
Gubernur juga mengakui, ada beberapa yang sudah menerima undangan, namun pelantikannya ditunda. "Yang ditunda pelantikannya itu cuma soal teknis saja. Kalau ini hari sudah kita tetapkan tapi ada masalah, kemudian ditunda, itu cuma teknis. Tidak ada hal yang terlalu signifikan, apalagi pergeseran-pergeseran di tingkat vertikal," terang Syahrul.
Kamis, 1 September 2016 (Dw/Ht)