Bendung Tabo-tabo yang pernah mengalami kerusakan parah tahun 2014 lalu, akhirnya selesai direhabilitasi. Bendung tersebut diresmikan Gubernur Sulsel, DR. H.S yahrul Yasin Limpo, SH., M.Si.,MH, Rabu (24/2/16).
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan, proyek peningkatan Bendung Tabo-tabo Kabupaten Pangkep merupakan tanggungjawab Balai Besar Pompengan Jeneberang dan dikerjakan PT Bumi Karsa sebagai kontraktor pelaksana. Anggarannya bersumber dari APBN sebesar Rp30,7 miliar.
"Pekerjaan ini untuk mengembalikan fungsi Bendung Tabo-tabo agar dapat mengairi areal irigasi sebagaimana sebelum terjadi kerusakan," kata Darmawan, di sela-sela peresmian.
Ia menjelaskan, luas potensial Bendung Tabo-tabo mencapai 7.483 hektare. Sedangkan, luas fungsionalnya 6.815 hektare.
"Sebelumnya, bendung ini sudah dua kali jebol akibat banjir. Semoga dengan rehabilitasi ini, bendung bisa berfungsi dengan baik, khususnya dalam mengairi areal sawah," harapnya.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menuturkan, pada tahun 2013 terjadi banjir besar yang mengakibatkan tanggul banjir, sebelah kiri Bendung Tabo-tabo jebol dan air sungai mengalir melalui sebelah kiri bendung dan tidak dapat lagi masuk ke saluran irigasi. Sehingga, dilakukan tindak darurat dengan membuat tanggul sementara menggunakan kantong pasir yang pada bagian luarnya diperkuat dengan bronjong.
"Bangunan tanggul sementara berfungsi baik dan musim tanam 2013 berhasil. Tetapi, pada awal Januari 2014 terjadi lagi banjir sehingga kondisi bendung makin parah, jebol bahkan hancur. Inilah kita perbaiki dan teknisnya juga semakin bagus. Sekarang sudah ada speel way sehingga air mengalir dengan baik," jelas Syahrul.
Ia berharap, Bendung Tabo-tabo bisa menjadi sumber air rakyat hingga 50 tahun atau 100 tahun ke depan. Syahrul pun berpesan agar penjaga pintu air mengatur air dengan baik. Ia juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Pangkep membuat tambak untuk budidaya ikan bahkan hingga tempat wisata.
"Sekarang kita lagi buat empat dam besar, masing-masing di Jeneponto, Takalar, Luwu Utara, dan Wajo. Besarnya hampir sama dengan Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa," ungkapnya.
Rabu, 24 Februari 2016 (Dw/Yy)