Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel dan Pemprov Sulsel, akan mensinergikan seluruh program pendidikan. Selain untuk menghindari adanya tumpang tindih program, juga untuk mempercepat tercapainya tujuan dari program yang dimaksud.
Direktur LPMP Sulsel, Abdul Halim Muharram, mengatakan, LPMP ada di setiap provinsi. Di Indonesia, dari 34 LPMP, baru tiga LPMP yang direkturnya dijabat Eselon II, yakni Sulsel, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat.
"Artinya, sebagai pimpinan LPMP, saya punya tanggung jawab berat, dan harus berani membuat sebuah langkah dan berimprovisasi untuk kemajuan pendidikan," kata Abdul Halim, usai bertemu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (28/3/2016).
Ia mengungkapkan, LPMP Sulsel adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat yang berada di provinsi. Sehingga sebelum melaksanakan program, pihaknya meminta wejangan atau petunjuk dari Pemprov Sulsel, yang kemudian akan diterjemahkan untuk mengawal mutu pendidikan.
"Tujuannya, supaya LPMP dan Pemprov Sulsel berada pada satu rel. Sehingga, capaian program bisa cepat dan tepat sasaran," ujarnya.
Untuk mengawal mutu pendidikan, lanjutnya, LPMP sudah menetapkan delapan standar yang harus dipenuhi penyelenggara pendidikan. Termasuk tenaga pendidik dan tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, proses penilaian, hingga proses pembelajaran akan dikawal oleh LPMP.
"Saya akan minta saran dan masukan dari berbagai stakeholder, bagaimana mengawal kualitas pendidikan," tambahnya.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, mutu pendidikan sangat menentukan kualitas sebuah daerah. Sehingga, ia berharap LPMP menjalankan tugasnya dengan baik.
"Kualitas pendidikan kita ada di LPMP. Jadi, memang harus sejalan antara program Pemprov dengan LPMP Sulsel," kata Syahrul.
Senin, 28 Maret 2016 (Dw/Hn)