Gubernur Sambut Inovasi Kemenristek Soal Pengembangan Bidang Pertanian dan Peternakan

  • 60 Pengunjung
  • 20 hits
  • 17 Mar 2017
Gubernur Sambut Inovasi Kemenristek Soal Pengembangan Bidang Pertanian dan Peternakan

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menyambut baik program inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terkait upaya pengembangan pada bidang pertanian dan peternakan di Kawasan Timur Indonesia, khususnya di Sulsel.

Gubernur Syahrul menegaskan, inovasi sangat penting untuk mendukung program percepatan produksi pada dua sektor tersebut. Pihaknya pun mengaku siap menampung semua inovasi yang ada untuk pengembangan produksi pertanian. 

"Sejauh ini kita di Sulsel selalu surplus dalam produksi pertanian. Termasuk menopang sejumlah provinsi di Indonesia. Begitu juga dengan swasembada daging," ujar Syahrul, saat Temu Informasi Inovasi Teknologi Pertanian Mendukung Peningkatan Produktivitas dan Percepatan Swasembada Jagung di Kawasan Timur Indonesia di Auditorium Al Jibra Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jumat (17 Maret 2017).

Sementara, Menristek Dikti, M. Nasir, mengaku, sejauh ini pihaknya sudah melakukan inovasi yang bisa menghasilkan padi unggul, dimana sebelumnya kapasitas produksi hanya 6 ton, naik mencapai hingga 12 ton. Sedang khusus pada lahan kering yang ditanami padi gogo, sebelumnya hanya menghasilkan 5 ton naik menjadi 9 ton.

Selain itu, berkat kerja sama Kemenristek dan Kementerian Pertanian melakukan inovasi yang bisa menghasilkan padi IPBS3 yang sudah dikembangkan di sejumlah daerah seperti Indramayu dan Nusa Tenggara Timur.

"Padi IPBS3 ini memiliki daun yang kuat dan tidak bisa diganggu hewan seperti burung, batangnya juga tidak mudah roboh. Inovasi ini sudah kami kembangkan dan produksi 50 ribu hektare untuk bibit," katanya.

Diluar inovasi pada sektor pertanian, Nasir mengaku saat ini pihaknya berupaya berinovasi pada sektor peternakan. Dimana fokusnya mengembangkan sapi yang ada selama ini bisa memproduksi daging yang lebih banyak. 

'Sapi lokal kita selama ini hanya bisa menghasilkan rata-rata 250-300 kilogram (kg). Dengan inovasi yang dilakukan, bisa menghasilkan 1 ton daging dengan umur yang sama. Minimal 3 sampai 4 tahun mendatang inovasi ini kita mulai laksanakan," pungkasnya.

Jumat, 17 Maret 2017 (Ak/Er)

syl way

menu lainnya

Daerah Wisata

Komoditas Unggulan

keyboard_arrow_up