Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kepolisian RI (Polri) bersama BKPMD dan Polda Sulsel menggelar Investor Forum di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (11/11/2016).
Forum ini digelar untuk melakukan sosialisasi bentuk sinergitas antara pihak BKPM dan Kepolisian untuk menjamin keamanan investor.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan,Ir. H. Agus Arifin Nu'mang, MS mengatakan, Sulsel delapan tahun terakhir ini ekonominya bertumbuh di atas 7 persen. Sehingga hal ini harus dijaga, juga dari segi investasinya.
"Sosialisasi di Sulsel ini merupakan acuan untuk berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas masing-masing antara Kepolisian dan Badan Penanaman Modal. Dalam perlindungan dunia usaha untuk mendukung investasi," kata Agus.
Sementara Karobinopsnal Baharkam Polri, Brigjen Pol Eddy S Tambunan mengatakan berdasarkan paket 13 kebijakan ekonomi, tentunya rawan dengan permasalahan-permasalahan yang akan menyusul.
Diantaranya meningkatnya ancaman konflik tenaga kerja karena masuknya tenaker asing yang lebih kompetitif. Mata-mata mafia pertanahan.
"Kemudian praktek korupsi dan pungli dalam proses investasi. Ini mulai kita bersihkan. Ditingkat atas pengurusannya itu biasa cepat tapi di tingkat bawah banyak macam-macamnya. Ini perlu dibicarakan bersama," jelas Eddy.
Selain itu juga, permasalahan rawan aksi massa karena merasa milayahnya terganggu juga harus menjadi perhatian kepolisian. Serta Potensi masuknya barang larangan dan terbatas (lartas) meningkat dan potensi pemalsuang dokumen.
Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan beberapa pimpinan daerah, pelaku bisnis, dan investor yang ada di Sulsel. Hadir pula Deputi Perencanaan BKPM sebagai salah satu pembicara.
Jumat, 11 November 2016 (S/An)