Makassar, sulselprov.go.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) di kepemimpinan Gubernur - Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi memastikan pembangunan akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, mulai berjalan pada April 2026.
Proyek ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dengan total anggaran mencapai Rp 68 miliar dengan rincian Rp48 miliar dari KemenPU dan Rp20 miliar dari Pemprov Sulsel.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan, saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
“Masih tahap SPPBJ. Rencana kontrak efektif mulai awal April,” ujar Rosyadi, Sabtu, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, untuk paket pekerjaan dari KemenPU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, kontrak telah lebih dulu diteken sejak 19 Desember 2025. Pengerjaannya sudah mulai berjalan. Sementara itu, paket pekerjaan dari Pemprov Sulsel masih dalam proses penerbitan SPPBJ.
Pembangunan jalan ini menjadi langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah Seko yang selama ini dikenal memiliki akses ekstrem. Jalur menuju wilayah tersebut masih didominasi jalan berlumpur dan berbatu, bahkan harus melewati jembatan kayu.
Pemprov Sulsel sebelumnya telah melakukan intervensi pembukaan akses sepanjang 15,45 kilometer melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD).
Dalam tahap awal pekerjaan, ruang lingkup proyek mencakup pembangunan jalan dengan konstruksi aspal serta penanganan galian di titik-titik longsor. Penanganan longsor akan dilakukan melalui pengerukan material longsoran dan penanganan tebing secara bertahap.
“Peningkatan jalan eksisting, termasuk opsi pengalihan trase di beberapa titik apabila memungkinkan,” kata Rosyadi.
Ia menambahkan, pembagian pekerjaan antara pemerintah pusat dan daerah dilakukan berdasarkan segmen ruas jalan. KemenPU fokus pada peningkatan jalan eksisting, sementara Pemprov Sulsel menangani titik-titik longsor yang menjadi hambatan utama mobilitas.
“Penanganan dilakukan pada segmen yang berbeda,” ujarnya.
Proyek ini ditargetkan mencapai progres fisik 100 persen sesuai program pada tahun anggaran 2026. Sementara untuk target tembus penuh hingga Seko direncanakan dilakukan secara bertahap hingga 2027.
Rosyadi menegaskan, koordinasi antara Pemprov Sulsel dan KemenPU terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pekerjaan di lapangan.
“Koordinasi berjalan, KemenPU menangani peningkatan jalan eksisting, Pemprov fokus pada penanganan longsor,” ucapnya.
Dengan terbukanya akses jalan menuju Seko, diharapkan distribusi logistik semakin lancar serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Luwu Utara. (*)