MAKASSAR - Rumah Sakit Sayang Rakyat kini memiliki fasilitas rehabilitasi narkoba. Gedung berlantai dua tersebut bisa menampung hingga 25 pasien narkoba.
Direktur RS Sayang Rakyat, drg Sri Fauziah, mengatakan, gedung tempat rehabilitasi narkoba tersebut letaknya agak terpisah dari gedung perawatan pasien pada umumnya. Tempat rehabilitasi yang diberi nama RS Sayang Anak Bangsa "Mayang Asa" ini dibangun untuk membantu program pemerintah mengatasi Indonesia darurat narkoba.
"Dengan keberadaan tempat ini, maka kami sudah bisa melayani pasien narkoba. Fasilitasnya, beberapa kamar, SDM bekerjasama dengan BNNP untuk pelatihan-pelatihan," ujarnya, di sela-sela soft launching RS Sayang Anak Bangsa "Mayang Asa", Kamis (18/8/2016).
Ia mengungkapkan, karena hanya bisa menampung 25 pasien, maka pelayanan dikhususkan hanya pada pasien narkoba laki-laki dulu. Kedepan, baru akan ditambahkan tempat untuk perempuan.
"Selain rehabilitasi secara medis, kami juga melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Sehingga, masalah-masalah yang mereka hadapi sampai menggunakan narkoba, bisa diatasi," ujarnya.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, kehadiran RS Sayang Anak Bangsa merupakan langkah positif dari RS Sayang Rakyat untuk berkontribusi terhadap kehidupan rakyat. Saat ini, RS Sayang Rakyat mencoba menunjukkan eksistensinya dengan mengatasi narkoba yang mengancam kehidupan.
"RS Sayang Rakyat kita yakini menjadi sebuah harapan rakyat dan bangsa, makin dibutuhkan oleh rakyat. Ingat, rumah sakit yang hebat bukan karena gedung yang bagus, tapi karena kualitas pelayanan yang kuat," pesan Syahrul.
Gubernur juga merencanakan membangun satu lagi gedung rehabilitasi narkoba berlantai tujuh untuk kalangan elit. Di samping itu, ia juga menginstruksikan kepada Dinas Bina Marga untuk mempercepat perbaikan jalan untuk mempermudah akses ke RS Sayang Rakyat.
Kamis, 18 Agustus 2016 (Dw/Tn)