Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berpesan kepada keluarga korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua asal Toraja agar tidak larut dalam duka yang mendalam serta menyerahkan sepenuhnya penanganannya kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Sulsel saat menerima kunjungan silaturahmi ahli waris keluarga korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua asal Toraja, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, didampingi Anggota DPRD Sulawesi Selatan John Rende Mangontan, Selasa (20/4) malam.

Ahli waris yang diterima tersebut merupakan keluarga dari dua orang guru asal Toraja yang menjadi korban KKB di Papua, yakni istri almarhum Oktovianus Rayo, Nathalina Pamean dan istri dari almarhum Yonathan Renden, Dewi Gita Paliling.

Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa ini 

"Tentu kami menyampaikan rasa duka yang mendalam, namun kami berharap agar keluarga korban bisa tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini dan tidak larut dalam duka," ungkapnya.

Ia juga meyakinkan pihak keluarga korban agar dapat menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kejadian itu.

"Mari kita menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kejadian itu," sebutnya.
 
Plt Gubernur Sulsel berpesan kepada keluarga Sulawesi Selatan di perantauan, khususnya di Papua untuk tetap saling menjaga solidaritas dan kondusifitas

"Keluarga Sulawesi Selatan di perantauan, khususnya di Papua untuk tetap saling menjaga solidaritas dan kondusifitas," pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulawesi Selatan, John Rende Mangontan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian tersebut. Dan sebagai Ketua Ikatan Keluarga Toraja di Papua, dirinya punya kewenangan yang besar untuk membantu meringankan beban masyarakat Toraja di Papua.

"Jika ada kejadian yang melanda masyarakat Toraja di Papua saya punya kewenangan untuk membantu mengurangi beban masyarakat Toraja di Papua. Saya juga tidak mau mereka mengalami duka yang mendalam," ungkapnya.

John Rende juga berharap agar Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Pemerintah Provinsi Papua bisa turut memberikan solusi terhadap anak keturunan dari korban KKB tersebut.

Selain itu, John Rende juga menginginkan agar pemerintah bisa memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan pendidikan di Papua termasuk dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para tenaga pengajar di daerah tersebut.

"Kejadian di Papua ini harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia di Papua, salah satunya dengan pola pendidikan yang lebih diawasi, sehingga para pengajar disana juga bisa merasa aman dan nyaman," tegasnya.

Pertemuan ini sebagai bentuk keprihatinan Plt Gubernur Sulsel atas musibah yang menimpa kedua keluarga korban.

"Pertemuan Plt Gubernur dengan istri dari korban KKB ini dalam rangka memberi suatu penghiburan, memberikan suatu penguatan sehingga isteri korban ini tidak larut dalam duka," pungkasnya.

Ia menambahkan Plt Gubernur sebagai orang tua di Sulsel mengajak dan merangkul para ahli waris tersebut agar  tetap kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan.

"Beliau (Plt Gubernur Sulsel) merangkul para ahli waris tersebut agar  tetap kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan," tutupnya.

Selasa, 20 April 2021