MAKASSAR - Salah satu rumah sakit milik Pemprov Sulsel, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji, akan menjadi pusat rujukan di wilayah selatan Sulsel. Saat ini, RSUD Haji juga menjadi satu-satunya rumah sakit pemprov yang memiliki fasilitas CT Scan.

Direktur RSUD Haji, dr Arman Bausat, mengatakan, layanan kesehatan sudah menjadi industri yang menguntungkan, sehingga rumah sakit swasta tumbuh subur. Tentunya, hal itu membuat kompetisi makin ketat dan masyarakat pun lebih selektif dalam memilih fasilitas kesehatan. 

"Ini tantangan yang menentukan keberlanjutan rumah sakit. Pilihannya ada dua, melakukan perubahan dan perbaikan untuk berkompetisi, agar rumah sakit pemerintah bisa bersaing atau tidak melakukan perubahan kemudian kolaps," kata dr Arman, dalam laporannya di sela-sela peresmian CT Scan, Ruang Perawatan Kelas 1 dan VIP, Simlempi (Sistem Informasi Lemari Pintar), Kantin dan Paud di RSUD Haji, Rabu (14/9/2016).

Menurut dr Arman, rumah sakit pemerintah diharuskan untuk meningkatkan kualitas dan mutu layanan. Karena itu, saat ini RSUD Haji melakukan perbaikan dan program jangka pendek, menengah dan panjang. Seperti penataan pedagang kaki lima, pembuatan jalur pedestrian, kantin sehat, penataan parkir, dan memberikan fasilitas parkir gratis untuk satu pasien, bebas antrian rawat jalan, CT Scan gratis selama dua minggu untuk promosi, hingga penataan masjid. 

"Kami juga melakukan penerapan aplikasi Simlepi untuk rekam medis. Dilengkapi dengan sistem IT sehingga untuk mencari rekam medis pasien lebih mudah," ujarnya.

Selain itu, kata dr Arman, juga dilakukan rehabilitasi perluasan gedung untuk kamar bersalin, gawat darurat, kamar operasi, dan lainnya. Adapula pembangunan poli klinik dengan standar maksimal. 

"Untuk memenuhi kebutuhan pasien agar nyaman dibuatkan taman, dan pengoperasian PAUD bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Sulsel," lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk pelayanan medis, pihaknya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan RS Unhas dan RS Wahidin untuk tenaga pembantuan dokter spesialis dan residen spesialis. "Kami akan meningkatkan kualitas SDM manajemen dan fungsional karena akan menentukan berlangsungnya program yang direncanakan. Tapi, kami juga membutuhkan dukungan dalam bentuk anggaran," terangnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, dengan dilengkapinya RSUD Haji dengan fasilitas CT Scan, berarti pelayanannya makin modern. Begitupun dengan hadirnya fasilitas lain. Tetapi yang tidak kalah penting, pengelolaan rumah sakit harus transparan, mengedepankan akuntabilitas publik dan partisipasitory sistem, serta memberikan pelayanan yang equity. 

"Dalam memilih rumah sakit, saya pribadi memperhatikan apakah rumah sakit itu bersih, orangnya ramah-ramah, bagaimana pelayanan paramedis dan medis, bagaimana peralatannya, sesudah itu baru masuk dalam hal obat-obatan. Buatlah rumah sakit ini menjadi pilihan. Yang paling penting, semua tahu apa kewajiban rumah sakit ini, dan semua pegawai disini tahu targetnya apa. Salah satunya, membuat orang merasa nyaman disini," kata Syahrul.

Ia juga mengingatkan agar pihak RSUD Haji memperhatikan sistem kelistrikan di rumah sakit tersebut.

Rabu, 14 September 2016 (Dw/Er)