Makassar, sulselprov.go.id - Dalam rangka meningkatkan sumber daya keamanan informasi pemerintah daerah, serta dalam rangka mendukung program prioritas Gubernur Sulsel, yaitu sukses penyelenggaraan pemilu 2024 yang luber, jurdil, lancar, aman dan damai, maka Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Sulsel melaksanakan kegiatan Literasi Keamanan Siber pada Penyelenggaraan Pemilu 2024.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 20 November 2023, di Gammara Hotel, Makassar. Adapun narasumber berasal dari Kejaksaan Tinggi Sulsel, Polda Sulsel, Bawaslu Sulsel, Badan Siber dan Sandi Negara, Kodam XIV/Hasanuddin Sulsel, dan KPU Sulsel . Peserta adalah para Kepala Dinas Kominfo-SP Kabupaten dan Kota se-Sulsel. Salah satu peserta adalah Kepala Diskominfo-SP Kabupaten Luwu Utara, Nursalim.

Usai kegiatan, Nursalim menyebutkan bahwa Diskominfo-SP Kabupaten Luwu Utara sejauh ini telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung kegiatan literasi keamanan siber di lingkup Pemda Luwu Utara. Salah satunya adalah dengan menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi yang menyasar kepada seluruh pegawai, baik ASN maupun non ASN. 

“Sejauh ini, kami aktif melakukan sosialisasi dan edukasi, sasarannya ke ASN,” ungkap Nursalim. 

Bahkan, kata dia, para ASN dan non ASN perangkat daerah yang memiliki pegawai yang ada di wilayah kecamatan dan desa/kelurahan juga sudah disasar dan diedukasi terkait keamanan siber di media sosial.

 “Kami juga sudah menjangkau para guru, kemudian para penyuluh pertanian. Insya Allah, minggu depan, kami akan masuk ke teman-teman penyuluh KB,” beber mantan Juru Penerangan Departemen Penerangan di era Presiden Soeharto ini. 

“Selain memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai literasi keamanan siber, kami juga memberikan edukasi terkait dengan bagaimana bermedia sosial yang baik dan bijak karena struktur bermedia sosial yang bijak itu ada 4 yang sering kami sosialisasikan, yaitu bermedia sosial secara sehat, bermedia sosial dengan cerdas, produktif bermedia sosial serta berintegritas dalam bermedia sosial. Ini semua kami tekankan kepada pegawai,” sambungnya.

Bagaimana kesiapan Luwu Utara dalam melakukan pemantauan agar insiden siber menjelang pemilu itu tidak terjadi? Nursalim mengungkapkan bahwa sampai saat ini, netralitas ASN masih terjaga. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan netralitas ASN. 
“Sampai hari ini belum ada, tetapi pada saat memasuki tahapan kampanye, intensitas komunikasi di ruang siber makin tinggi, sehingga tak menutup kemungkinan potensi itu ada,” imbuhnya. (*)