Sektor pertanian Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai menggunakan mesin-mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi di sektor ini.

"Kami memperkenalkan penggunaan mesin-mesin pertanian, untuk meningkatkan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Sulsel, Ir. Hj. Fitriani, MT yang ditemui usai panen raya di Kabupaten Sidrap, Kamis (18/02/2016).

Penggunaan mesin panen "mobile combine harvester" misalnya, lanjut Fitriani, dapat meningkatkan hasil produksi hingga 10 persen, karena menekan jumlah kehilangan hasil produksi.

"Tingkat kehilangan hasil panen secara manual mencapai 11 hingga 12 persen, sedangkan dengan penggunaan mesin panen kehilangan hasil hanya satu hingga dua persen," paparnya.

Sedangkan penggunaan mesin penanam atau "rice planter", menurut  Fitri, mampu mengefisienkan waktu tanam dengan kecepatan tanam empat jam per hektar.

"Bandingkan dengan penanaman secara manual yang butuh waktu hingga beberapa hari," tambahnya.

Efisiensi waktu ini, kata dia, penting khususnya dalam upaya meningkatkan indeks pertanaman padi hingga IP 300 (Indeks Pertanaman 3 Kali Setahun).

Sejauh ini, menurut Fitriani, mesin-mesin pertanian mulai banyak digunakan di sentra-sentra produksi padi di Sulsel.

"Awalnya mesin kami berikan untuk memotivasi petani, kemudian setelah melihat bahwa ini memang menguntungkan, petani mengadakan secara mandiri," jelas dia.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya mendorong penggunaan mesin-mesin pertanian di berbagai kabupaten di Sulsel.

"Mekanisasi perlu dilakukan jika kita ingin meningkatkan produksi pertanian kita hingga tiga kali lipat," kata Syahrul.

Kamis, 18 Februari 2016 (Srf/Er)