website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Syahrul Hadiri Halal bi Halal Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto

  • 22 pengunjung
  • 3 hits
  • 05 Aug 2017
Syahrul Hadiri Halal bi Halal Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto

Kalau ingin menggapai pulau harapan di balik fatamorgana, kau mau melepas tambat perahu dari dermaga...

Kau mau mengarungi samudera,  kau mau berhadapan dengan badai dan gelombang... 

Kalau ada badai menghadang mu,  jangan bawa menyamping perahu mu... 
Hadapi badai itu dengan tenang,  kata tenggelam hanya ada dari Allah SWT...

Begitula bunyi sebait petuah yang disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo pada ratusan peserta yang hadir di acara Halal bi Halal 1438 Hijriah Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Kabupaten Jeneponto di Gedung Baruga Lappo Ase Jalan AP Pettarani Makassar,  Sabtu (5/8/2017)."Saya selalu ulang ini untuk generasi sekarang dan selanjutnya,  walaupun saya karang sendiri," kata Syahrul dalam kata sambutannya. 

Ia menyatakan masyarakat Jeneponto adalah masyarakat pekerja keras, punya semangat juang yang tinggi, taat beragama dan memegang teguh adat dan budaya. 

Pesan untuk hidup tenteram dan damai juga disampaikan oleh Syahrul pada acara yang bertemakan "Halal bi Halal Kita Tingkatkan Tali Silaturrahmi dalam Bingkai Kebersamaan".

"Sebelumnya ini Jeneponto namanya Kabupaten Jentak, nanti kemudian dipisah jadi Jeneponto dan Takalar. Ini banyak yang tidak paham tentang itu," papar Syahrul. 

Daerah Bangkala di Jeneponto dan Lengkese di Takalar dijelaskan oleh Syahrul, bahwa awal pembentukan dua daerah tersebut saling tarik-menarik untuk masuk di salah satu kabupaten daerah tingkat II antara Jeneponto dan Takalar yang baru terbentuk pada tahun 1959.

"Jadi kalau ada orang di daerah tersebut merasa Jeneponto harus diterima atau sebaliknya ada yang merasa Takalar harus juga diterima.  Itu terpisah karena kepentingan admistratif untuk memajukan kedua daerah tersebut," terang Syahrul.

Sementara itu, Muhammad Sabri dalam hikmah Halal bi Halal memaparkan terkait sejarah Islam dan Islam dalam masyarakat Jeneponto,  termasuk sikap saling menghormati. 

"Saya contohkan ketika saya hormat pada Pak Gubernur, saya hortmatnya ke Pak Syahrul sebagai gubernur itu palsu,  tidak otentik. Karena saya hanya hormat pada rupa tau na (perwajahan) tetapi bukan tau (sebagai manusia)," sebut Sabri yang juga dosen UIN Alauddin Makassar. 

Sabri melanjutkan bahwa apa yang dikemukakan itu terdapat dalam ajaran Kitab Lontara. Yang penting adalah lebih menghargai mahluk ciptaan tuhan sebagai manusia bukan karena pangkat dan jabatan. 

"Kita harus sipakatau, artinya saling mengapresiasi,  karena itu adalah jejak-jejak Ilahi yang harus diikuti," pungkas Sabri.

Sabtu, 5 Agustus 2017 (Srf/Rs)

 

Terkait

    • 1718 pengunjung
    • 1544 hits
    • 13 01 2016

    Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) RI, Ilyas Asaad mengatakan pihak kementerian membentuk sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru di Sulawesi Selatan (Sulsel). Selengkapnya.

    • 939 pengunjung
    • 932 hits
    • 22 01 2016

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan akan berupaya mendorong percepatan akses keuangan di daerah. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat rapat bersama OJK pada 15 Januari lalu. Selengkapnya.

    • 804 pengunjung
    • 724 hits
    • 18 01 2016

    Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH  mengatakan, masyarakat, Pemerintah Daerah, dan TNI AD sebelumnya telah bekerja sama dalam meningkatkan produksi beras. Hal tersebut membuat perekonomian Sulsel tidak ikut turun saat kondisi perekonomian Indonesia sedang mengalami penurunan.

    Selengkapnya.

menu lainnya