Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu'mang mengingatkan kepada pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiah (IPWI) disamping melakukan kegiatan dakwah, juga memanfaatkan kesempatan dalam mengembangkan ekonomi baik melalui jaringan nasional maupun melalui jaringan internasional."Indonesia memiliki penduduk Islam terbesar dunia, ini sangat baik untuk IPWi manfaatkan dalam mengembangkan jaringan ekonomi di Indonesia bahkan Internasional seperti Arab Saudi," kata Agus ketika membuka Talk Show mengembangkan ekonomi keummatan yang dirangkaikan dengan Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus IPWI Indonesia Periode 2017-2022, di Hotel Sahid Makassar, Minggu (26/2/2017).
Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan itu, berharap agar IPWI dapat membuka peluang ekonomi dengan negara Arab Saudi mengingat jalur transportasi udara Makassar dengan Arab Saudi cukup lancar, dan ini merupakan peluang yang sangat strategis untuk membuka jaringan ekonomi dengan pihak Arab Saudi.
Agus menilai banyak jenis produk yang bisa dipasarkan di negara penghasil minyak itu. Dia mencontohkan seperti makanan khas Indonesia dan lebih khusus khas Sulawesi Selatan, dimana jenis makanan itu telah dipasarkan oleh warga negara asal Malaysia yang nenek moyangnya berasal dari Indonesia.
Dia juga berharap, lawatan Raja Arab dan rombongan ke Inonesia nantinya akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi bangsa Indonesia, dimana Indonesia akan dijadikan suatu negara yang merupakan destinasi yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Agus berharap Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dapat menjalankan kehidupannya secara Islami, dengan beperilaku jujur dan terpuji. Karena masih banyak warga kita yang berperilaku curang, seperti halnya pada waktu pembukaan Musyawarah Dekopin I yang lalu di Karebosi terjadi peristiwa yang sangat memalukan, dimana Menteri Koperasi dan UKM kehilangan tas di tempat itu.
Dari kejadian itu, Agus mencontohkan kejujuran orang Jepang khususnya yang beragama Shinto, menurutnya sekalipun ada warga yang tertinggal barangnya di tempat umum, tidak satupun warga Shinto yang berani menyentuhnya, apalagi mengambilnya.
Sementara, Ketua Ikatan Pengusaha Wahdah Indonesia, Syaifullah Parewangi mengatakan bahwa kadernya sudah menguasai milyaran rupiah dalam perputaran ekonomi melalui usaha yang telah ditekuni dan dikembangkan oleh anggota IPWI saat ini.
Syaifullah mengakui kalau kadernya yang tergabung dalam IPWI itu, banyak berusaha dibidang kuliner, olehnya itu dia berharap agar para anggota IPWI tidak menjadi masyarakat konsumen semata, tetapi dia juga harus tampil sebagai masyarakat produsen yang Islami.
Minggu, 26 Februari 2017 (Amr/Er)