The 3rd Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Grouth Areal (BIMP-EAGA) and Indonesia Malaysia Thailand Grouht Triagek (IMT GT) Trade Expo Conference and Matching 2016 resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla. Acara berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (14/10/2016). Tahun ini Makassar kembali menjadi tuan rumah digelarnya event bertaraf internasional ini.

Hadir dalam acara pembukaan ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution,  Minister in the Prime Minister Department Malaysia Datu Abdul Rahman Dahlan, Chariman of Mindanao Development Authority as Philippines Signing Minister for BIMP EAGA Datu Abul Khayr Alonto, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, dan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

HM Jusuf Kalla saat membuka acara ini memaparkan tentang sejarah terbentuknya perhimpunan negara yang turut serta dalam Trade Expo Conference and Matching 2016 yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East Asean Growth Areal (BIMP EAGA) dan  Indonesia, Malaysia, Thailand Growht Triangle (IMT GT).

“Sejarah kegiatan ini dimulai di Makassar pada akhir tahun 1988 dimana pada awalnya hanya digunakan untuk kepentingan bisnis,” ujar JK.

Ia berharap, BIMP – EAGA dan IMT-GT ini bisa memperbaiki hubungan baik antar kelima negara yang terlibat dalam acara besar yang bertaraf internasional tersebut.

Selama ini hubungan ekonomi antar negara, lebih banyak hubungan ekonomi ilegal, utamanya di Kawasan Indonesia Timur, Mindanao Filipina, Sabah Malaysia. Untuk itu, JK mengajak semua peserta yang hadir untuk memformalkan hubungan baik secara ekonomi maupun keamanan.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla atas kesediaannya untuk menghadiri sekaligus membuka The 3rd Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Areal (BIMP-EAGA) and Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT GT) Trade Expo Conference and Matching 2016.

“Dalam wilayah Negara ASEAN terdapat beberapa kerjasama sub regional, dua diantaranya kerjasama ekonomi sub Regional Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Areal (BIMP-EAGA) and Indonesia Malaysia Thailand Growht Triangle (IMT GT) dengan tujuan utamanya untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah sub nasional dan untuk memperkuat perdagangan lintas batas serta mempromosikan perdagangan, investasi dan pariwisata,”bebernya.

Salah satu upaya nyata guna mengimplementasikan tujuan utama dari kerjasama sub regional ini yakni melalui penyelenggaraan BIMP-EAGA and IMT GT Trade Expo Conference and Matching yang ketiga Tahun 2016 di Kota Makassar ini.  

Indonesia pada Trade Expo tahun ini mengangkat tema besar “Strengthening the ASEAN Maritime Economic Corridor and Food Security". Latar belakang dari pemilihan tema tersebut bahwa wilayah yang masuk dalam kerjasama ekonomi sub regional ini umumnya adalah wilayah kepulauan sehingga sangat tepat apabila diangkat tema penguatan sektor maritim dalam mendukung tujuan kerjasamanya. Sedangkan permasalahan ketahanan pangan juga menjadi perhatian semua Negara ASEAN.

Dalam rangkaian kegiatan Trade Expo yang akan berlangsung dari tanggal 14-16 Oktober ini terdapat 3 acara inti yaitu, yang pertama trade expo, yang akan berlangsung selama 3 hari dengan jumlah booth 236 yang akan menampilkan berbagai produk unggulan dari sektor kemaritiman terutama perikanan dan kelautan dan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan, infrastruktur, perdagangan barang dan jasa, industry pengolahan, industry kreatif, logistic serta pariwisata baik dari Indonesia, Malaysia, Philipina, Brunei Darussalam dan Thailand. Acara ini juga akan dihadiri para buyers dari Jepang, Tiongkok, Singapura, Myanmar, India dan Australia.

Kegiatan yang kedua yaitu business conference, yang bertujuan sebagai forum diskusi dan tukar pengalaman yang akan dihadiri lebih dari 400 peserta dan melibatkan pembicara dari berbagai pemangku kepentingan dari dunia usaha, akademisi, pemerintah daerah dan pusat serta perwakilan Negara mitra.

Darwin berharap kegiatan ini akan menjadi rekomendasi bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan proses kebijakan, pengembangan sektor maritim dan ketahanan pangan di wilayah kerjasama tersebut.

Kegiatan yang ketiga adalah business matching, yang bertujuan sebagai ajang pertemuan kalangan pebisnis baik lokal maupun pebisnis antar Negara di wiayah kerjasama BIMP-EAGA dan IMT GT.

“Saya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha guna mendorong pertumbuhan di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.

“Disamping kegiatan tersebut diselenggarakan juga kegiatan street foot festival untuk menampilkan berbagai produk kuliner unggulan, fashion show serta cultural and art performance dengan menampilkan designer dan keragaman budaya yang ada. Serta akan dilakukan kunjungan ke beberapa objek wisata andalan yang ada di Makassar dan sekitarnya,”pungkas Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku bangga dengan kembalinya Makasar dipilih menjadi tuan rumah BIMP EAGA. “Ini merupakan kegiatan internasional yang kesekian kalinya digelar di Makassar. Kita patut berbangga sebab ini menunjukkan kemajuan dari Sulsel, khususnya Makassar, ” kata Syahrul.

Ia menambahkan pihak penyelenggara tidak salah memilih Sulsel, karena saat ini Sulsel juga telah menjadi Center Point of Indonesia. Ia berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan bisa menjadi ajang silaturrahim antara pebisnis, baik lokal maupun antar negara.

Jumat, 14 Oktober 2016 (Er/Rst)