Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Penghargaan yang diterima berupa penghargaan dukungan gubernur dalam hal pelaksanaan tim koordinasi pengawasan orang asing, khususnya di wilayah Sulsel.

Kepala Divisi Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ramli HS, mengatakan, di Sulsel ada dua kantor imigrasi yakni di Parepare dan Makassar. Berkat dukungan Gubernur Sulsel, maka tim koordinasi pengawasan orang asing bisa bekerja maksimal.

"Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM ini merupakan yang pertama. Penilaiannya langsung dari pusat," kata Ramli, usai menyerahkan penghargaan tersebut kepada Gubernur Sulsel, di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (16/2/2016).

Ia mengungkapkan, imigran ilegal yang saat ini berada dibawah pengawasan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulsel mencapai 2.138 orang. Terdiri dari 1.049 pengungsi dan 1.028 orang pencari suaka.

"Mereka ini tersebar di community house dan temporary center. Sehingga, tentunya mereka harus diawasi," ujarnya.

Pencari suaka dan pengungsi tersebut, lanjutnya, juga berada di bawah pengawasan UNHCR. Mereka akan meninggalkan Sulsel, ketika sudah diterima oleh negara penerima suaka.

"Sekarang, kita harus mengantisipasi derasnya imigran ilegal ini ke Sulsel. Kita harus menolak secara mandiri. Apalagi, Sulsel ini lokasinya sangat strategis," terangnya.

Ia juga mengimbau agar warga setempat tidak menikah dengan para imigran gelap tersebut. Pengawasan juga harus diperketat, karena diantara para imigran gelap tersebut juga rawan terjadi konflik.

"Jangan sampai ada warga kita yang menikah dengan imigran gelap pencari suaka ini. Karena, mereka bisa pergi kapan saja. Hidup mereka kan tidak jelas, sampai kapan mereka disini," imbaunya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyebut jika penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM tersebut merupakan yang ke-182. Ia pun meminta agar pihak imigrasi memperketat pengawasan terhadap imigran gelap yang masuk ke Sulsel. Syahrul juga mengaku kaget setelah mendengar laporan jika jumlah imigran gelap mencapai dua ribu orang di Sulsel.

"Jumlahnya ternyata cukup banyak, dan tidak boleh seperti itu. Kita harus menolak dengan memperketat pengawasan. Baik itu untuk pengungsi atau pencari suaka," kata Syahrul.

Selasa, 16 Februari 2016  (Dw/Rs)