Denpasar, sulselprov.go.id - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi-Selatan dan Barat, Darwisman pada acara Media Ghatering yang dilaksanakan oleh OJK Sulselbar di Padma Resort Legian, Kabupaten Badung, Bali yang diikuti oleh 30 media dari Sulawesi Selatan, 4-6 Desember 2023. Ia menyampaikan optimismenya pada program budidaya pisang Cavendish yang dijalankan Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin.

Dengan target pemanfaatan lahan 500 ribu hektar lahan tidur di Sulsel. Maka budidaya pisang dapat mendorong perputaran uang sebesar Rp180 triliun setiap tahunnya.

"Kalau sampai 500 ribu hektar akan terjadi perputaran uang sampai Rp180 triliun setiap tahun," kata Darwisman.

Lanjutnya, dari sisi bisnis, memaparkan berdasarkan hasil asesment dari agricultural expert (ahli pertanian), pada setiap 1 hektar lahan budidaya pisang varietas Cavendish akan menghasilkan nilai pendapatan kotor Rp360 juta per hektar dengan asumsi populasi pisang sebanyak 2 ribu pohon dengan produktivitas sebanyak 20 kg per pohon dan harga jual Rp4.500 per kg.

Sementara total biaya produksi, termasuk tenaga kerja dan land clearing tahun pertama sebesar Rp99,3 juta dan biaya produksi tersebut akan semakin rendah pada tahun-tahun berikutnya yang diproyeksikan turun 50 persen. Sehingga nilai laba bersih di luar pajak diproyeksikan sebesar Rp260,7 juta pada tahun pertama dan akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

"Kalau teman punya 3 hektar, maka itu Rp1 miliar per setiap tahun dan pasti akan naik, itu di tahun kedua akan sampai 3 kali panen setahun," sebutnya.

Program yang juga telah dibangun ekosistemnya. Sehingga, selanjutnya, siapa gubernur atau pemerintahannya, dapat memberikan manfaat, realistis dan memberikan kesejahteraan. 

"Saya yakin, teman-teman kalau punya lahan, sayang kalau tidak ditanami pisang, karena sudah ada pembelinya dan siap diserap. Ekosistemnya juga sudah kita bangun, sehingga akan terus berjalan business to business," jelasnya.

Kepastian pasarnya, untuk internasional terdapat potensi untuk eskpor 65 negara dan Indonesia itu baru memenuhi satu persen kebutuhan internasional. Kemudian pasar lokal, pasar dalam negeri juga masih sangat besar.

"Jadi kami optimis ini akan jalan," sebutnya.

Peluang ini sangat besar, jika melihat penyaluran kredit perbankan di Sulsel per September 2023 di sektor pertanian relatif masih rendah yaitu sebesar Rp12,5 triliun rupiah atau hanya 7,89 persen dari 152,7 triliun. Namun menujukkan memiliki potensi pasar penyaluran kredit sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan yang cukup besar. Sehingga kredit untuk usaha pisang cavendish didukung.

"Pemerintah serius untuk program pisang ini. Mulai dari dana operasional, penyediaan bibit dan dukungan lainnya," pungkasnya.(*)