website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Pembukaan MIEFF 2017 Dihadiri Perwakilan Negara Sahabat

  • 98 pengunjung
  • 16 hits
  • 07 Sep 2017
Pembukaan MIEFF 2017 Dihadiri Perwakilan Negara Sahabat

Event Makassar International Eight Festival & Forum (MIEFF 2017) kembali digelar di Kota Makassar,  Sulawesi Selatan. Acara atraktif ini dilaksanakan di sepanjang Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai hari ini, Rabu - Minggu (6-10 September 2017). 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Iriawan Munaf dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Diantaranya Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Latief, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal serta para duta besar negara sahabat, gubernur, walikota dan bupati se-Indonesia.

MIEFF 2017 juga populer disebut F8 karena menampilkan delapan unsur pertunjukan yang penuh sensasi. Diantaranya fashion, film, folk, flora & fauna, fine art, fussion music, fiction writer dan font.

Event yang resmi menjadi agenda pariwisata nasional itu, pelaksanaannya memasuki tahun kedua pada 2017 ini. Ditargetkan sebanyak satu juta pengunjung dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri akan hadir menyaksikan event bergengsi ini.

Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto dalam sambutannya, mengatakan festival ini sudah menjadi ikon pariwisata baru untuk Indonesia. 

"Kalau di dunia dikenal balapan ada F1, di penerbangan ada F16, di film ada F4, maka di Makassar punya F8," kata Ramdhan Pomanto yang akrab disapa Dhanny. 

Dia menyebutkan F8 mewakili food (makanan), fashion (mode),  film,  flora (tanam) dan fauna (hewan), folk (seni rakyat),  fine art (seni rupa) dan fiction writers (penulisan fiksi) terbaik yang ada di Makassar dan Sulsel. 

Danny kemudian mengajak seluruh pengunjung yang hadir untuk menikmati sajian atraksi yang ada selama lima hari di festival ini. 

Sementara itu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memberikan dukungan penuh demi suksesnya acara ini. 

"Kita ditakdirkan melaksanakan acara ini dalam kedamaian,  mari memberikan semangat dan dukungan bagi Makassar dan Walikota," pinta Syahrul. 

Syahrul menambahkan bahwa festival ini mewakili komitmen bangsa dan masyarakat Sulsel untuk berkarya secara kreatif,  jaya dan maju.

"Kegiatan ini membuktikan bahwa kota ini sejajar dengan kota dunia lain, sama dengan kota metropolitan lainnya. Wajar Makasaar jadi center point of Indonesia, pusatnya Indonesia," ujarnya. 

Antusias yang tinggi dari masyarakat serta para perwakilan negara sahabat membuat Kepala  Badan Ekonomi Kreatif RI, Iriawan Munaf mengapresiasi kegiatan ini. 

"Belum pernah ada festival yang dikunjungi oleh perwakilan negara asing sebanyak ini," kata Iriawan. 

Dia melanjutkan bahwa dukungan Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar pada industri kreatif sangatlah besar. 

"Peran pemerintah daerah sangat bagus, wajar pertumbuhan ekonomi di daerah ini 7,9 persen," tutupnya.

Kamis, 7 September 2017 (Ytm/Er)

Terkait

    • 2006 pengunjung
    • 1601 hits
    • 13 01 2016

    Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) RI, Ilyas Asaad mengatakan pihak kementerian membentuk sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru di Sulawesi Selatan (Sulsel). Selengkapnya.

    • 1067 pengunjung
    • 944 hits
    • 22 01 2016

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan akan berupaya mendorong percepatan akses keuangan di daerah. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat rapat bersama OJK pada 15 Januari lalu. Selengkapnya.

    • 941 pengunjung
    • 738 hits
    • 18 01 2016

    Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH  mengatakan, masyarakat, Pemerintah Daerah, dan TNI AD sebelumnya telah bekerja sama dalam meningkatkan produksi beras. Hal tersebut membuat perekonomian Sulsel tidak ikut turun saat kondisi perekonomian Indonesia sedang mengalami penurunan.

    Selengkapnya.

menu lainnya