PT Pos Indonesia (Persero) memprogramkan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulsel dari hulu sampai ke hilir. Namun, PT Pos Indonesia masih terkendala anggaran.

Kepala PT Pos Indonesia Regional X Wilayah Sulawesi dan Maluku, Rahmat Eka Haryanto, mengatakan, pihaknya sementara memprogramkan pengembangan UMKM di Sulsel, dari hulu sampai hilir. PT Pos Indonesia akan membantu UMKM mulai dari pengenalan produk atau promosi, pemasaran, hingga distribusi.

"Pos akan berusaha maksimal, tentunya dengan beberapa paket yang ada," kata Rahmat, saat bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (23/2/2016).

Rahmat mengungkapkan, saat ini PT Pos Indonesia Regional X Sulawesi Maluku sudah membina ratusan UMKM. Anggaran yang dikucurkan sudah sekira Rp5 miliar.

"Khusus untuk wilayah Sulsel, tahun ini kami menyiapkan Rp600 juta untuk membantu pengembangan UMKM," ujarnya.

Ia mengakui, PT Pos Indonesia terkendala anggaran dalam membantu permodalan UMKM. Pihaknya menyiapkan 150 outlet untuk UMKM.

"Anggaran PT Pos Indonesia kan terbatas. Sehingga, kalau Gubernur Sulsel turun tangan dengan melibatkan perbankan bisa lebih banyak lagi. Dana perbankan kan tidak terbatas," terangnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyarankan agar program pengembangan UMKM PT Pos Indonesia bisa terintegrasi dengan perbankan. Sehingga, bantuan permodalan yang bisa diberikan untuk UMKM bisa lebih besar. Ia juga menyampaikan gagasannya untuk membentuk Perusahaan Desa (Perusdes).

"Saya sedang menyiapkan Perusdes untuk menggerakkan ekonomi pedesaan. Jadi, desa juga bisa menjual produk-produknya di Perusdes itu. Saya harap, PT Pos Indonesia bisa ikut terlibat di dalamnya, terintegrasi dengan Pemprov Sulsel dan perbankan," kata Syahrul.

Di sela-sela pertemuan itu, Kepala PT Pos Indonesia Regional X Wilayah Sulawesi dan Maluku Rahmat Eka Haryanto menyerahkan perangko bergambar Syahrul Yasin Limpo.

Selasa, 23 Februari 2016   (Dw/Rs)