Rapat Paripurna ini merupakan proses final dari agenda bersama DPRD dengan pemerintah daerah dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), sehingga mendapatkan persetujuan bersama menjadi Perda, tentunya tidak lepas dari adanya perhatian dan kesungguhan dari para anggota Dewan yang terhormat, utamanya dari pimpinan anggota panitian khusus pembahas dari Ranperda tersebut.

Demikian diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., MH., M.SI, saat memimpin Rapat Paripurna Tentang Persetujuan Gubernur dan DPRD terhadap Ranperda tentang penyelenggaraan Pendidikan menjadi Perda dan Penghapusan Aset Pemerintah  Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis (25/02/2016).

“Terkait dengan persetujuan bersama Ranperda tentang penyelenggaraan Pendidikan menjadi Perda, bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan salah satu pelayanan dasar kepada setiap warga Negara Indonesia untuk berkesempatan memperoleh pendidikan sesuai bakat dan minat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama dan gender,”ujarnya.

“Perda yang telah disetujui bersama hari ini menunjukkan keseriusan dan kecepatan pemerintah daerah bersama DPRD Prov Sulsel dalam merespon dinamika perubahan lingkup kewenangan dan urgensinya dan tidaklah menjadi kendala untuk memotivasi memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada masyarakat,”jelasnya.

“Selanjutnya terkait persetujuan DPRD atas penghapusan Aset Pemerintah daerah, kami memandang bahwa potensi daya dukung lokal yang dimiliki yang berpotensi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat adalah keberadaan Aset fisik dan non fisik khususnya dalam bentuk tanah dan bangunan,” terang Syahrul.

“Aset Pemerintah daerah yang mempunyai nilai equity yang cukup besar, namun sejauh ini belum semuanya dimanfaatkan secara maksimal tentunya berpengaruh pada aspek pemanfaatannya untuk kepentingan Dinas dan publik,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, pemerintah daerah kini mempertimbangkan perlunya mengambil langkah-langkah starategis untuk memaksimalkan pemanfaatan aset,”pungkasnya.

Kamis, 25 Februaru 2016 (Ht)