Makassar, sulselprov.go.id - Ketahanan air baku, profesionalisme pengelolaan, dan kebutuhan menghadirkan kepemimpinan visioner menjadi sorotan utama dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Calon Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangkaluku Kota Palopo periode 2026–2031 yang resmi dibuka Wali Kota Palopo, Naili, di Hotel Grand Maleo Makassar, Rabu, 22 April 2026.

Dari 15 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 13 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahapan UKK yang berlangsung selama dua hari, 22–23 April 2026. 

Seleksi ini dipimpin Panitia Seleksi beranggotakan lima orang, diketuai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman bersama unsur akademisi, asosiasi air minum, dan pemerintah daerah.

Di tengah tantangan pengelolaan air perkotaan dan dampak perubahan iklim, seleksi ini dinilai strategis karena tidak hanya mencari pejabat struktural, tetapi figur pemimpin yang mampu memastikan keberlanjutan layanan publik.

“Kami dari pansel akan memberikan hasil penilaian yang konkrit untuk nantinya disampaikan kepada Walikota,” ujar Jufri Rahman.

Menurutnya, peserta UKK akan melalui tahapan wawancara dan pemaparan visi-misi, termasuk menguji kapasitas kandidat dalam menjawab tantangan layanan air bersih.

“Ini menjadi tugas berat bagi Direksi, karena kondisi saat ini el nino. Maka ketersediaan air baku menurun, dan bagaimana mitigasi untuk mengantisipasi kelangkaan tersebut,” ujarnya.

Wali Kota Palopo Naili menyebut proses seleksi ini menjadi momentum menghadirkan kepemimpinan baru bagi Perumda Tirta Mangkaluku sebagai institusi vital yang melayani sekitar 190 ribu warga Kota Palopo.

“Perumda Air Minum Tirta Mangkaluku bukanlah sekedar entitas perusahaan semata. Ia adalah urat nadi kehidupan,” ujarnya.
Ia menegaskan, direksi yang dicari bukan sekadar administrator, tetapi pemimpin transformasional.

“Kita ingin mencari seorang nahkoda seorang pemimpin, bukan sekedar kepala karyawan. Kita mencari direksi yang berani berinovasi, cakap dalam manajemen modern, namun memiliki hati untuk melayani warga,” pungkasnya.

Naili juga menegaskan profesionalisme menjadi prinsip utama yang tidak dapat ditawar, termasuk menolak segala bentuk intervensi dalam seleksi.

“Siapapun yang nanti terpilih, kita berharap bisa menjadikan Tirta Mangkaluku, sebagai perusahaan yang sehat, mandiri dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya.

Seleksi ini dinilai menjadi bagian dari penguatan tata kelola BUMD sekaligus memastikan layanan air minum publik mampu beradaptasi terhadap tantangan keberlanjutan sumber daya air, efisiensi manajemen, dan kebutuhan pelayanan masyarakat yang terus berkembang. (*)