Makassar, sulselprov.go.id - Upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. 

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, turun langsung mengedukasi siswa tentang pentingnya pemilahan sampah saat mengunjungi SMA Negeri 7 Sidrap, Jumat, 10 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati tidak hanya meninjau proses belajar mengajar, tetapi juga melihat langsung praktik pemilahan sampah yang telah diterapkan di lingkungan sekolah. 

Ia mengapresiasi langkah pihak sekolah yang dinilai telah menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa sejak dini.

“Saya apresiasi di sekolah ini sudah memilah sampah. Yang utama adalah setiap siswa harus bertanggung jawab atas sampahnya, sehingga terbentuk budaya peduli lingkungan sejak dini,” ujar Fatmawati.

Menurutnya, pemilahan sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3) bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara tepat.

Sebagai bentuk dukungan, Fatmawati turut menyerahkan bantuan tempat sampah khusus plastik, seperti botol dan gelas, guna menunjang sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal di sekolah.

Ia menegaskan, edukasi pengelolaan sampah harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. 

Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Selain itu, Wagub juga meninjau fasilitas sekolah, mulai dari ruang belajar, kondisi lingkungan sekolah, hingga pojok literasi. 

Ia mendorong agar fasilitas tersebut terus ditingkatkan guna mendukung kualitas pembelajaran siswa.

Tak hanya itu, Fatmawati juga mengajak pihak sekolah memanfaatkan lahan yang tersedia untuk tanaman produktif, seperti tanaman obat keluarga (TOGA) dan tanaman pangan sederhana yang dapat memberikan nilai tambah bagi warga sekolah.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam menanamkan budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan sejak usia dini, sekaligus mendukung program nasional menuju lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah. (*)