Direktur Pusat  Teknologi Elektronika, Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT), Yudi Purwanto didepan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan memperkenalkan Perangkat Automatic Identifikasi System (AIS) yaitu salah satu hasil inovasi teknologi elektronik navigasi sebagai kontribusi untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut. Untuk mendorong daya saing industri nasional.

"Alat aplikasi kapal yang bernama AIS ini adalah  produk inovasi yang sekarang diwajibkan menteri perhubungan demi menciptakan keselamatan kapal," ujar Yudi Purwanto saat ditemui di Baruga Launge Kantor Gubernur usai bertemu Dengan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (27/11/19).

Ia menambahkan bahwa keberadaan aplikasi ini juga mampu membantu nelayan untuk mendeteksi keberadaan ikan di laut.

"Keunikan alat ini juga punya fitur menerima pesan keberadaan ikan dilaut, berdasarkan hasil perhitungan  yang dilakukan dari Menteri Kelautan dan Perikanan,"jelasnya.. 

"Alat ini juga bisa menghemat BBM karena nelayan sudah bisa mendeteksi keberadaan ikan yang sering menjadi kendala bagi nelayan," ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan harga aplikasi AIS ini saat ditanya oleh awak media. 

"Kami menawarkan harga alat ini dibawah 10 juta, Saya kasi bayangan, kalau misalnya 1 Minggu menurut cerita nelayan itu bisa memakai bahan bakar sampai 75 juta, dia pergi tanpa tau dimana posisi ikan, dia bisa pulang tanpa hasil, sehingga dengan alat itu mampu membantu nelayan," pungkasnya.

Rabu, 27 November 2019 (Srf/Na)