Makassar, sulselprov.go.id - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan membekali para anggotanya dengan keterampilan public speaking dalam pertemuan bulanan yang digelar di Kantor PLUT KUMKM Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas perempuan dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan sosial di Sulawesi Selatan.

Pelatihan menghadirkan narasumber Rifa Madjid, yang membagikan teknik komunikasi publik, mulai dari membangun kepercayaan diri, menyusun pesan secara efektif, hingga praktik berbicara di depan umum.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi program kerja, pertemuan bulanan DWP Sulsel kali ini juga difokuskan pada pengembangan kapasitas diri anggota organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Sulsel, Melani Simon Jufri melalui Wakil Ketua mengatakan kemampuan komunikasi publik menjadi salah satu keterampilan penting bagi perempuan di era modern, khususnya dalam menjalankan peran sosial maupun organisasi.

“Sebagai pendamping suami yang bekerja di instansi pemerintahan sekaligus penggerak organisasi, anggota DWP dituntut mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri, sistematis, dan beretika. Pelatihan public speaking ini merupakan investasi untuk memperkuat peran perempuan di ruang publik maupun keluarga,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dilengkapi sesi praktik dan simulasi. Para peserta secara bergantian menyampaikan pidato singkat dan mendapatkan umpan balik langsung dari pemateri.

Kemampuan komunikasi publik dinilai penting agar anggota DWP mampu menyampaikan edukasi sosial secara lebih efektif kepada masyarakat, terutama dalam kegiatan pendampingan dan pelayanan sosial.

Melani menegaskan DWP Sulsel berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan tantangan zaman.

Selain penguatan kapasitas anggota, DWP Sulsel juga aktif menjalankan berbagai program sosial kemasyarakatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, seperti penanganan stunting, bantuan sosial bagi lansia, serta kegiatan sosial lainnya.

“DWP Sulsel tidak hanya fokus pada pemberdayaan anggota. Sebagai mitra pemerintah, kami juga aktif menjalankan kegiatan yang berorientasi pada masyarakat. Kami berharap pelatihan public speaking ini dapat menambah wawasan anggota DWP agar lebih percaya diri saat bersosialisasi dan menyampaikan edukasi kepada masyarakat,” imbuhnya. 

Rifa Madjid, yang menekankan pentingnya kemampuan berbicara secara efektif, percaya diri, dan berkesan di hadapan publik. 

Dalam pemaparannya, Rifa menjelaskan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menyampaikan pesan dengan tujuan yang jelas, mulai dari memberi informasi, edukasi, hiburan, hingga memengaruhi audiens.

“Orang mungkin akan lupa apa yang anda bicarakan, tapi mereka tidak akan lupa pada kesan yang anda tinggalkan. Jadi, berbicaralah secara impresif,” ujar Rifa dalam sesi pelatihan. 

Rifa yang merupakan pemegang sertifikasi BNSP RI Certified Public Speaking Professional itu juga memperkenalkan berbagai tipe pembicara, mulai dari impromptu, memoriter, extemporaneous, hingga manuscript speaker. Menurutnya, setiap jenis memiliki pendekatan berbeda yang perlu dipahami agar komunikasi menjadi lebih efektif. 

Selain teori, peserta juga diajak memahami konsep “3L”, yakni List, Link, dan Look, sebagai teknik sederhana untuk membantu penyampaian materi lebih runtut dan mudah dipahami audiens. Materi lain yang dibahas mencakup penguatan vokal, visual, dan verbal sebagai fondasi utama public speaking impresif. 

Dalam sesi praktik, peserta mengikuti latihan artikulasi dan pelafalan untuk meningkatkan kejelasan suara saat berbicara di depan umum. Rifa menilai kemampuan komunikasi yang baik menjadi keterampilan penting, khususnya bagi perempuan yang aktif dalam organisasi dan pelayanan masyarakat. 

Ia juga menekankan pentingnya struktur dalam berbicara, mulai dari salam pembuka, sapaan, pertanyaan, penyampaian data dan fakta, hingga solusi sebagai penutup komunikasi.

“Public speaking bukan hanya soal berani bicara, tetapi bagaimana pesan kita dipahami dan memberi dampak positif bagi orang lain,” katanya.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri anggota DWP Sulsel dalam menjalankan peran organisasi, keluarga, maupun aktivitas sosial di tengah masyarakat. (*)