Pemerintah Provinsi Sulsel berkomitmen untuk mensupport penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Guvernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, saat menghadiri acara launching Program Studi (Prodi) Pendidikan Kedokteran, Prodi Perbankan Syariah, Prodi Hukum Ekonomi Syariah, dan Prodi Ilmu Falaq, di Auditorium UIN Alaluddin Samata, Selasa (13/4/2016).
"Kami akan support penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin ini," kata Agus.
Agus mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah UIN Alauddin Makassar yang membuka beberapa prodi baru, khususnya prodi Kedokteran dan profesi dokter.
"Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi Sulsel untuk menjadi pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya kawasan timur Indonesia saat ini," ujarnya.
Saat ini, lanjut Agus, total Rumah Sakit yang ada di Sulsel berjumlah kurang lebih 83 Rumah Sakit, dan 32 diantaranya adalah Rumah Sakit milik pemerintah.
"Kalau Rumah Sakit UIN ini sudah selesai pembangunannya dan beroperasi, berarti akan menambah fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di Sulsel," ucapnya.
Rektor UIN Alaluddin Makassar, Prof Dr H Musafir Pababbari MSi, mengungkapkan, saat ini pembangunan fisik Rumah Sakit Pendidikan UIN Alaluddin Makassar sudah mencapai 75 persen.
Pihaknya masih berharap, bantuan baik dari Kementerian Agama melalui Dirjen Pendidikan Islam maupun dari Pemprov Sulsel agar pembangunannya bisa segera selesai dan bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta sebagai sarana penunjang pendidikan kedokteran UIN Alaluddin Makassar.
"Saat ini pembangunan fisiknya sudah 75 persen, kami berharap support dan bantuan dari pihak Kemenerian maupun Pemprov agar pembangunannya bisa segera rampung," kata Prof Musafir.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) RI, Lukma Hakin Saifudin, yang juga hadir dan melaunching beberapa Prodi baru di UIN tersebut, mengaku sangat mengapresiasi capaian UIN Alaluddin Makassar saat ini.
"Dengan pembukaan Prodi baru, ini membuktikan bahwa UIN Alauddin Makassar adalah sebuah perguruan tinggi yang sehat, dan bermutu. Selain itu, penambahan Prodi ini juga akan membuka akses yang semakin luas bagi msyarakat untuk memilih pendidikan yang diinginkan," ujarnya.
Lukman mengatakan, saat ini di Indonesia total terdapat 72 prodi kedokteran yang terakreditasi di BANPT, 16 diantaranya terakeditasi A. Hal ini berarti tantangan yang dihadapi oleh fakultas kedokteran UIN Alauddin Makassar tidak mudah.
Lukman berharap hadirnya Prodi Kedokteran UIN Alauddin Makassar ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah kekurangan dokter di wilayah terpencil, pedalaman dan perbatasan.
Selasa, 12 April 2016 (Srf/Rs)