Pengerjaan proyek kereta api trans Sulawesi yang ditargetkan beroperasi 2018 mendatang nyatanya masih terkendala anggaran. Hal itu diakui Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ir. H. Agus Arifin Nu'mang, M.S

Ia mengatakan, anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat saat ini hanya sebesar Rp280 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penyelesaian jembatan sepanjang 16 kilometer.

"Pada prinsipnya memang ada persoalan pendanaan," ujar Agus Arifin Nu'mang di kantor Gubernur, Jumat (13/5/2016).

“Pihaknya membutuhkan dana sebesat Rp700 miliar untuk pembebasan lahan dari yang ada sekarang hingga ke Pare-pare,”lanjut Agus.

Tim dari keprisidenan, kata Agus, secara khusus datang melihat permasalahan  proyek strategis termasuk kereta api.

"Yang jelas kita butuh anggaran karena itu sudah menjadi ketentuan pusat dan saya yakin pemerintah pusat akan memperhatikan kerena kereta api salah satu proyek yang dicanangkan Pak Jokowi," harapnya.

Pihaknya saat ini menyiapkan data tanah-tanah yang akan dibebaskam untuk transportasi kereta api.

"Saat ini Kota Parepare merupakan daerah yang paling siap untuk pembebasan lahan pembangunan kereta api," pungkasnya.

Jumat (13 Mei 2016) Srf/An