Makassar, sulselprov.go.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mempercepat pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) pada sejumlah ruas jalan strategis di berbagai wilayah.
Percepatan pembangunan tersebut mulai terlihat di sejumlah jalur penghubung antarkabupaten yang selama ini menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi daerah.
Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan.
Pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan logistik, hingga memperkuat akses layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Sejumlah ruas yang dikerjakan merupakan jalur strategis yang selama ini menopang aktivitas harian masyarakat sekaligus distribusi barang dan jasa antarwilayah di Sulsel.
Berdasarkan laporan progres terbaru, pelaksanaan MYP yang sedang dikerjakan ke dalam lima paket pekerjaan yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sulsel.
Penanganan meliputi pengaspalan, pembangunan bahu jalan, pemasangan drainase, hingga pengecoran beton pada sejumlah titik strategis.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Muhammad Rosyadi mengatakan percepatan proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai menunjukkan kondisi yang lebih baik setelah dilakukan penanganan.
Pada Paket 1, pekerjaan berlangsung di sejumlah ruas, di antaranya Jalan Hertasning dengan pekerjaan intert STA 0+536 L, ruas Aroepala berupa pengecoran beton LC STA 0+950, serta ruas Tun Abdul Razak dengan pemasangan u-ditch STA 5+565 L.
Pekerjaan lainnya juga dilakukan di ruas H.M Yasin Limpo melalui overlay AC-WC STA 7+000, ruas Burung-Burung–Bili-Bili dengan beton rigid 4,5 MPA STA 3+300, hingga ruas Sungguminasa–Malino melalui pengecoran beton FA 45 = 4,5 MPA STA 6+200.
Selain itu, penanganan dilakukan pada ruas Batas Gowa–Tondong melalui overlay AC-BC STA 8+650, ruas Tanete–Tanaberu dengan pembangunan bahu jalan beton f’c 15 MPA STA 5+800, serta ruas Kalimporo–Sumalaya–Batas Sinjai melalui overlay AC-BC STA 4+350.
Sementara pada Paket 2, pekerjaan mencakup ruas Panciro–Batas Kota Makassar dengan laston lapis aus AC-WC STA 01+250, ruas Batas Kabupaten Gowa–Galesong–Batas Pattallassang berupa AC-BC STA 01+250, serta ruas Palleko–Towata dengan lapis fondasi agregat STA 00+005.
Penanganan juga dilakukan pada ruas Batas Kota Makassar–Bontoramba berupa laston lapis aus STA 10+350, ruas Panciro–Batas Kota Makassar dengan pekerjaan AC-WC dan bahu jalan FC’15 STA 00+550, serta ruas Batas Kabupaten Gowa–Barombong–Batas Kabupaten Takalar melalui pasangan mortar baru STA 00+750.
Untuk Paket 3 yang mencakup wilayah Sidrap dan sekitarnya, pekerjaan dilakukan pada ruas 13 Batas Kabupaten Sidrap–Malimpung berupa pengaspalan dan beton bahu jalan di sejumlah titik.
Selain itu, pekerjaan berlangsung di ruas 05 Pangkajene Sidrap–Rappang melalui lapisan dasar aspal, serta ruas 11 Batas Kabupaten Enrekang–Anabanua Dongi–Tantutedong di beberapa titik STA.
Pada Paket 4, pekerjaan mencakup ruas Doping–Atapange berupa pemasangan batu talud gandeng mortar STA 11+100 R, ruas Impa-Impa–Anabanua melalui aspal lapis dasar/AC-WC STA 0+625, serta ruas Batas Soppeng–Ulugalung dengan pembangunan bahu jalan beton di sejumlah titik.
Adapun pada Paket 5, pekerjaan difokuskan pada ruas Ujunglamuru–Palattae melalui lapis pondasi agregat (LPA) STA 7+400, pembangunan bahu jalan STA 7+150, serta pekerjaan talud DPT STA 38+225.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi lebih baik, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Pemprov Sulsel juga menekankan agar seluruh pelaksanaan pekerjaan tetap menjaga kualitas konstruksi dan ketepatan progres di lapangan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui percepatan program MYP tersebut, Pemprov Sulsel menargetkan konektivitas antarwilayah semakin kuat, distribusi logistik lebih efisien, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat bergerak lebih merata di berbagai wilayah Sulawesi Selatan. (*)