Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel menggelar Temu Koordinasi Lembaga Kemahasiswaan di Aula Balai Latihan Kerja Industri (BLKI), Jalan Taman Makam Pahlawan Makassar, Kamis (19/5/2016).

Wakil Gubernur Sulsel, Ir. H. Agus Arifin Nu'mang, MS menuturkan, tantangan mahasiswa saat ini sudah berbeda, tidak lagi bersaing dengan kampus se-Makassar, tetapi bersaing dengan alumni kampus yang ada di daerah lain bahkan tingkat Asean.

"Sekarang yang diperhatikan bagaimana kesiapan pemuda menghadapi MEA. Pendapatan per kapita Indonesia merupakan yang kelima di Indonesia. Indonesia akan menjadi pasar, mereka (dari negara lain, red) akan berdatangan. Artinya, Anda di bangku kuliah betul-betul mepersiapkan diri dengan mengetahui bahasa asing, minimal bahasa Inggris," imbaunya.

Dikatakannya, kegiatan ini sebagai bentuk kesadaran pemerintah terhadap pentingnya peran generasi muda.

"Kita menyadari betapa pentingnya pemuda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di negara ini. Saya tinggal dan Pak Muhlis (Kadispora Sulsel, red) tinggal beberapa tahun lagi yang pastinya akan digantikan oleh pemuda," tuturnya.

Menurutnya, masa-masa mahasiswa merupakan hal yang indah. Sebab, begitu banyak kegiatan yang bisa dibuat oleh mahasiswa melalui organisasi. "Organisasi itu perlu. Saya juga pernah nenjadi ketua himpunan. Sisa melihat apa saja yang perlu diperhatikan agar bagaimana bisa produktif," katanya.

Di Thailand, lanjut Wagub, anak TK dan SD sudah diajar bahasa Indonesia, selamat siang, selamat pagi. "Kenapa? Karena mereka sudah menpersiapkannya ke Indonesia. Indonesia adalah pasar," tambahnya.

Ia mengaku cukup prihatin dengan anarkisme mahasiswa saat ini. "Tawuran antar fakultas. Teman-teman di Jakarta menyayangkan. Akhirnya, di sana betul-betul selektif terhadap mahasiswa di Sulsel. Kenapa? Itu karena apa yang mereka lihat di televisi. Ini yang menjadi problem," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar mahasiswa menjaga diri terhadap narkoba.

"Kalau Anda rusak, siapa yang mau menjalankan negara ini? Tidak ada pemberitaan tanpa narkoba setiap minggu. Indonesia jadi pasar. Kenapa? Karena mereka ingin merusak generasi muda kita," lanjutnya.

Kepala Dispora Sulsel, Muhlis yang juga merupakan ketua penyelenggara kegiatan ini menyebutkan, terdapat 150 mahasiswa dari 11 kampus di Makassar yang sempat menghadiri forum ini. "Pertemuan seperti ini sudah menjadi program rutin dari kami," ujranya.

Kamis, 19 Mei 2016 (Srf/Er)