Peringatan Mayday Internasional Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung meriah di Hotel Clarion Makassar, Senin (2 Mei 2016). Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Sulsel, H. Agus Arifin Nu’mang, Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto, DPP Apindo, Pimpinan Perusahaan, para Ketua Konfederasi dan Federasi Serikat Pekerja/Buruh se-Sulsel.
Wagub, Agus Arifin Nu’mang dalam sambutannya mengatakan trepatrit adalah wadah bagi kita semua untuk mempertemukan kepentingan kita bersama agar tujuan bernegara, tujuan perusahaan dan kesejahteraan para pekerja bisa tercapai.
Selama ini beberapa tahun terakhir Upah Minimum Regional (UMR) Pemprov Sulsel itu diatas Jawa Timur dan Jawa Tengah, artinya kita sangat memperhatikan kehidupan dan kebutuhan para pekerja dan buruh di Sulsel. “Kalau ada perusahaan yang untungnya besar tanpa memperhatikan buruhnya maka Pemerintah akan menegur perusahaan yang lupa akan pekerjanya,” tegasnya.
Saat ini Upah Minimum Regional (UMR) Pemprov Sulsel sebesar Rp 2.250.000 dan UMR kota Rp 2.300.000. Tahun 2015 menurut data BPS pendapatan perkapita rakyat Sulsel itu mencapai 40,1 juta rupiah, dan itu berarti buruh menerima sekitar Rp 27 juta dalam setahun untuk UMR Rp 2.250.000.
“Namun di beberapa kabupaten di Sulsel masih ada yang pendapatan perkapitanya dibawah Rp 20 juta per tahun, itu berarti masih banyak saudara kita yang miskin di daerah,” kata Agus.
“Ini tidak bisa diatasi satu persatu, kita harus menciptakan pasar baru. Oleh karena itu industry di Sulsel akan terus kita back up,” ujarnya.
Ia berharap akan tumbuh industry-industri baru di Sulsel yang akan menyerap tenaga kerja.
Agus menambahkan, Kawasan Industri Makassar (KIMA) harus terus kita kembangkan. Ia berharap efisiensi bisa terjadi. “Di KIMA itu akan ada rumah susun untuk buruh yang bisa dipersewakan agar biaya akomodasi atau pondokan dan biaya transportasi ini bisa ditekan sehingga apa yang diperoleh itu bisa dipergunakan dengan baik,” jelasnya.
Masih banyak kawasan industri yang sementara ini sedang dipersiapkan. Kima 2 ada juga di Gowa, Takalar dan Bantaeng sementara dipersiapkan. Saya yakin kalau titik-titik tumbuh baru kawasan industry baru ini tumbuh, saya yakin ekonomi Sulsel akan lebih baik lagi. Saat ini pendapatan perkapita rakyat Sulsel mencapai Rp 40 juta pertahun, Agus berharap beberapa tahun kedepan semoga bisa mencapai Rp 50 juta per tahun. Dan ini bisa tercapai kalau kita semua kompak. Pemerintah memahami apa yang menjadi kebutuhan rakyatnya, pemerintah membuat regulasi yang memudahkan pengusaha yang tidak ada punglinya sehingga bisa berjalan dengan lancar, begitupun juga pengusaha memahami bahwa buruh adalah mitranya dalam melakukan proses produksi.
Sementara Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto mengatakan, peringatan Hari Buruh Nasional kali ini di beberapa tempat terjadi demo tetapi sejauh ini berlangsung dengan damai.
Ia berharap Kota Makassar dapat menjadi kota yang menarik yang dapat mendatangkan investasi dan bisnis akan semakin berkembang. “Peluang-peluang kerja akan lebih banyak dan kesempatan-kesempatan kerja akan lebih terbuka dan inilah yang menjadi salah satu misi Pemerintah Kota yakni rekonstruksi nasib rakyat menuju masyarakat sejahtera standar dunia,” ungkapnya.
“Untuk UMR kita ikut saja maunya pusat, pihak Pemkot tetap berusaha untuk menemukan titik temu yang baik,” ucap Ramdhan Pomanto.
“Bagi kami yang terpenting adalah bagaimana melindungi pekerja dan bisnis karena keduanya saling berhubungan,” tegasnya.
“Langkah-langkah nyata yang perlu dilakukan untuk memperkuat kaum pekerja adalah bagaimana memperkut kaum buruh dengan transportasi, kesehatan dan beberapa majenemen yang baik,” pungkasnya.
Senin, 2 Mei 2016 (Er/Rst)