Halaqah Alim Ulama se-Indonesia yang diprakarsai oleh Ikatan Keluarga dan Alumni As’adiyah (Ikakas) dan Persaudaraan Muslim Dunia digelar di Hotel Clarion Makassar, Jumat (7 Oktober 2016). Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu'mang.

Tampil sebagai narasumber mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi dan Andi Jamaro Dulung serta Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu'mang.

Andi Jamaro Dulung dalam sambutannya sangat mengapresiasi pertemuan ratusan ulama se-Indonesia ini, khususnya kepada Ikakas dan Persaudaraan Muslim Dunia selaku panitia penyelenggara.

"Kita bersyukur atas terselenggaranya acara ini. Berkumpulnya alim ulama dari berbagai daerah khususnya alumni As'adiyah jadi keberkahan buat Sulawesi Selatan," kata Andi Jamaro.

"Kehadiran Kiay Hasyim Muzadi merupakan sesuatu yang istimewa, beliau menyampaikan buah-buah pemikiran, meletakkan dasar bagaimana ber-Islam di tengah-tengah banyaknya kelompok-kelompok (firqah) Islam di Indonesia," ujarnya.

Sementara Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang dalam sambutannya mengimbau kepada para tokoh agama dan pemuka adat yang hadir dalam acara silaturrahim ini agar dapat berpartisipasi untuk menciptakan stabilitas di Sulsel, karena kalau Sulsel ini stabil dan ekonominya bagus tentu ini akan menjadi modal dan akan menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.

“Toleransi antar umat beragama di Sulsel ini harus terus kita jaga agar kehidupan umat beragama, khususnya Islam di Sulsel bisa lebih baik dan lebih maju,” harapnya.

“Sekarang ini kita sedang mendorong hadirnya yang namanya Halal Tourism di Sulsel, yakni Hotel-hotel Syari’ah. Hotel-hotel ini kalau bisa memakai manajemen syariah, dimana receptionisnya diluar dan setiap lantai ada mushallah dan setiap masuk waktu shalat, adzan pun berkumandang di setiap mushallah. Begitu juga dengan halal food,” terang Agus.

“Saya berharap jika ada pertemuan tokoh-tokoh Islam yang akan datang mungkin akan kita sudah bisa adakan di Hotel Syari’ah. Insya Allah kita mengajak teman-teman yang punya rejeki lebih untuk berinvestasi mendirikan hotel syari’ah di Sulsel. Karena saya melihat di daerah lain seperti di Nusa Tenggara Barat, ekonomi syariahnya sangat maju, nah inilah yang perlu kita contoh, dan saya yakin Sulsel bisa seperti itu,“bebernya.

“Jadi ini tugas kita semua, saya mengajak para tokoh, pemuka agama, dan tokoh adat yang hadir untuk diskusi dengan baik dan kita rumuskan apa yang harus kita lakukan selanjutnya,” pungkasnya.

Jumat, 7 Oktober 2016 (Er/Rst)