Proyek jalan layan atau elevated road yang akan mengurangi kelokan di poros Maros-Camba mulai digenjot. Pelaksana pekerjaan dari Wijaya Karya dan Hutama Karya mulai melakukan pekerjaan mengeruk tanah sejak 3 Februari 2016 lalu.

Saat ini, progres pekerjaan cukup maju, yakni sekitar 3,52 persen khusus untuk segmen pertama jalan yang akan dibangun sepanjang 3,5 km. 

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang menyempatkan diri untuk singgah melihat pengerjaan proyek itu, dalam perjalanan pulang usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bulukumba dan Bone, Minggu (6/3/2016).

Site Manajer Hutama Karya-Wijaya Karya, Bambang Joko Cahyono kepada wartawan menjelaskan, pihaknya sudah menguruh tanah untuk pembukaan jalan sepanjang satu kilometer. Dia mengaku sejauh ini, belum ada kendala berarti yang ditemukan selama mengerjakan proyek tersebut.

Kalaupun ada kendala, hanya sebatas kehati-hatian dalam membuka jalan karena harus senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Pasalnya, lahan proyek yang dikerjakan berbatasan langsung dengan hutan lindung.

Dia melanjutkan, sejauh ini pihaknya masih sementara melakukan mobilisasi peralatan dan land clearing atau pembersihan lahan.

Elevated road segmen pertama sepanjang 3,5 kilometer akan dikerjakan secara multiyears selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp160 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang sangat antusias dengan progres pekerjaan yang cukup maju. Dia berharap pekerjaan proyek tersebut bisa berjalan dengan lancar tanpa menemukan kendala yang berarti.

Terkait pembebasan lahan, kata Agus, sejauh ini tidak ada persoalan karena semua sudah diselesaikan. Pihaknya juga berharap pelaksana pekerjaan terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup agar tidak ada lahan konservasi yang digunakan sehingga tidak menyalahi aturan.

Menurut rencana elevated road akan dilaksanakan empat segmen atau seksi secara multiyears. Jika proyek itu selesai, akan meminimalkan belokan yang curam di poros Camba-Maros sehingga pengendara jalan bisa lebih nyaman melintas di sana.

Minggu, 6 Maret 2016 (Srf/Hr)