Potensi kakao yang sangat besar di Sulsel, tidak sejalan dengan tata kelola dan pengembangannya, sehingga diperlukan keterlibatan semua pihak untuk memaksimalkannya.

Melihat kondisi ini, PT Mars Symbioscience Indonesia, berencana akan membangun Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kakao di Kabupaten Pangkep, dengan nilai investasi sekitar 3 sampai 4 juta Dollar Amerika Serikat.

Direktur Corporate Affairs PT Mars Symbioscience Indonesia, Dani Priyono, usai menemui Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, di Ruang Kerja Wagub, Jumat (19/8/2016) mengatakan, Pusat Penelitian seluas 90 hektar akan diisi berbagai peralatan, seperti laboratorium, pembibitan, kebun percontohan serta lainnya.

Lokasi di Pangkep dianggap memenuhi berbagai aspek-aspek teknis, misalnya cocok untuk ditanami, iklim yang baik, ketersediaan air, dan kualitas tanah yang baik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang menambahkan, pusat penilitian yang akan dibangun PT Mars Symbioscience Indonesia sesuai dengan MoU yang telah dilakukan.

“Kehadiran pusat penilitian ini, diharapkan mampu lebih memaksilkan potensi kakao di Sulsel,” kata Agus.

Pemerintah Provinsi Sulsel, akan terus mendorong agar seluruh potensi alam yang ada di Sulsel, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan taraf hidup masyarakat.

Jumat, 19 Agustus 2016 (Srf/Sr)