Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masalah kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran terhadap anak. Pemprov Sulsel mengaku, sejak tahun 2013 sudah mengembangkan kebijakan yang terkait dengan partisipasi anak yang berfokus pada tiga hal utama bersama seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sulsel.

"Partisipasi anak sebagai hak anak untuk didengarkan pandangannya, partisipasi anak sebagai implementasi dari salah satu prinsip konvensi hak anak, dan partisipasi anak sebagai salah satu mentode dalam menyiapkan advokasi bahi dirinya sendiri dan membantu mengubah kondisi anak sesuai dengan perkembangan, kebutuhan, dan kepentingannya," ungkap Agus, dalam sambutannya saat membuka Festifal Forum Anak se-Sulsel tahun 2016 di Lapangan Merdeka Kabupaten Bone, kemarin.

Selain itu, Agus juga meminta kepada seluruh pemangku kepentingan agar bisa memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi anak untuk bisa berkreasi dan mengembangkan bakatnya.

"Kenakalan anak yang terjadi sekarang ini itu terjadi karena anak kurang diberi ruang untuk berekspresi, makanya mereka larikan ke hal-hal yang negatif. Ini yang harus kita fahami," ujarnya.

Terkait wacana mempidanakan orangtua yang anaknya menjadi pelaku ataupun korban kekerasan seksual, Agus menanggapi positif hal tersebut. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi jika orangtua benar-benar berperan dalam mengawasi putra-putrinya.

"Itu kan supaya orangtua tidak lalai mengawasi anaknya. Kalau anaknya sampai menjadi pelaku atau korban, berarti itu kan ada kelalaian dari para orangtua dalam mengawasi anaknya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Anak, Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Sulsel, A. Murlina Muallim, menjelaskan, pelaksanaan Festival Forum Anak se-Sulsel ini merupakan agenda rutin tahuna.

"Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan hari anak nasional," terangnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung dari tanggal 29 Mei hingga 1 Juni ini, nantinya akan dibahas beberapa isu strategis yang terkait dengan permasalahan perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak anak.

"Nanti akan ada rekomendasi yang dihasilkan dari kehiatan ini yang akan disampaikan kepada pemerintah. Disini kita berikan ruang bahi anak untuk menhutarakan pendapat dan pandangannya. Nanti di akhir kegiatan, akan ditentukan delegasi yang nantinya akan mewakili Sulsel dalam Forum Anak Nasional, di Mataram," paparnya.

Kegiatan ini diikuti oleh pereakilan Forum Anak dari Kabupaten Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Toraja Utara, Pinrang, sinjai, Soppeng, Takalar, Tana Toraja, Wajo, dan Bone.

Senin, 30 Mei 2016 (Srf/Hr)