Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ir. H. Agus Arifin Nu'mang menerima gelar kehormatan dari warga Sunda yang ada di Sulselbar. Gelar tersebut adalah "Ki Sunda" yang merupakan gelar tertinggi yang dijunjung dan sangat dihormati oleh warga Sunda.
Selain Agus Arifin Nu'mang yang dikukuhkan sebagai warga Sunda, juga diberikan kepada Walikota Makassar, Ketua PMI Sulsel, Ketua Kadin Sulsel dan lainnya. Penganugerahan tanda kehormatan warga Sunda tersebut dilakukan oleh Ketua Peguyuban Masyarakat Sunda Sulselbar, DR Drs. H. Anton Charliam, MPK,N, di Audiotorium Paramartha SPN Batua Polda Sulselbar, Minggu (14/8/2016).
Pada kesempatan itu, Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengatakan dirinya memberiklan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Sunda, khususnya yang ada di Sulawesi Selatan, dan terkhusus kepada Ketua Peguyuban Masyarakat Sunda yang telah memberikan penghormatan tertinggi Masyarakat Sunda terhadap dirinya.
"Saya atas nama pribadi menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua warga Sunda atas penghargaan dan kehormatan tertinggi warga Sunda ini, karena memang nama saya adalah nama Sunda yaitu Agus Nu'mang, jadi tinggal di tambah Ki Agus Nu'mang, jadi Saya ini Sundanya Sulawesi Selatan" kata Agus disambut tepuk tangan warga Sunda yang hadir.
Agus juga mengatakan bahwa tanpa gelar inipun dirinya sebagai Pemerintah punya kewajiban dan keseriusan untuk menjaga dan melindungi warga Sunda yang ada di Sulawesi Selatan. Dia juga menegaskan kalau dirinya bersama warga Sulawesi Selatan selalu dengan tangan terbuka menerima warga Sunda untuk menjadi warga Sulawesi Selatan.
Mantan Ketua DPRD Sulsel itu juga mengatakan bahwa Warga Sulawesi Selatan mempunyai hubungan emosional yang sangat kental dengan masyarakat Sunda, kususnya Banten. Hubungan emosional tersebut terjalin lewat kebesaran nama dan patriotisme Syehk Yusuf yang sangat dihormati dan dihargai oleh masyarakat Sulawesi Selatan maupun Masyarakat Sunda, bahwa hingga di Afrika Selatan.
Orang nomor dua Sulsel itu berharap agar jalinan emosional yang begitu dekat dan akrab antara masyarakat Sunda dengan masyarakat Sulawesi Selatan terus terjaga dengan baik dan langgeng.
Minggu, 14 Agustus 2016 (Amr/Hr)