Masih terkendalanya lahan untuk menyelesaikan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulawesi Selatan menjadi perhatian. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan .
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku akan segera memanggil sejumlah pihak yang terkait dengan proyek tersebut.
“Kami akan memanggil para stakeholder, seperti BPN Kabupaten, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan juga kakanwil untuk hadiri rapat koordinasi, rencananya Oktober,” kata Andi Sudirman Sulaiman, usai melakukan pertemuan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Jumat (21/9/2018).
Ia menambahkan, rapat koordinasi nanti bukan hanya membahas terkait permasalahan Bendungan Pamukkulu saja, namun untuk Bendungan Baliase dan Nipa-nipa.
“Tadi itu hanya diskusi apa saja yang menjadi kendala untuk serapan anggaran di balai, termasuk LMAN untuk pembayaran tanah.
"Memang ada beberapa yang bisa digabungkan, ada juga yang bermasalah dengan hukum dan dalam tahapan kasasi, paling tidak ada bisa dipararelkan tinggal butuh koordinasi saja,”ujaranya .
Mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan, untuk melakukan percepatan pembebasan lahan terhadap sejumlah PSN di Sulsel, Andi Sudirman mengungkapkan pihaknya sedang melakukan koordinasi untuk mengetahui apa saja kendala, sehingga proyek tersebut ada terhenti bahkan ada yang baru satu persen pengerjaanya.
“Inilah rakor nanti, buat mengetahu apa saja penyebab sehingga ini terkendala, sehingga dapat segera dicarikan jalan keluar permasalahannya,” paparnya.
Sementara terkait dengan proyek kereta api, Andi Sudirman menyebutkan semua masih dalam tahap, pihaknya mengerjakan secara perlahan. Pertama bendungan dulu karena ini menguasai hajat hidup orang banyak. Banyak sekali orang menikmati. Ada yang 7000 hektar, 8000 hektar.
Jumat, 21 September 2018 (Srf/Na)