Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang hadir di tengah Doa Lintas Agama dan Karnaval Budaya Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (KKB NTT), di Hotel Taman Marannu Makassar, Minggu (28/1/2018) malam.

Agus disambut dengan pengalungan Selendang Ngada oleh Ketua KKB NTT, Dr Pius Nalang. Lalu, tarian penyambutan Jadi mengiringi langkah Agus ke lokasi acara.

Kegiatan ini diawali dengan tarian 4 etnis yang telah dipadukan dengan tarian NTT, sebagai simbol sinergitas masyarakat Sulsel dan masyarakat NTT di Sulsel.

Pius Nalang mengatakan, data masyarakat NTT di Sulsel saat ini mencapai 75 ribu, dengan rincian 60 persen telah menetap di Sulsel, 10 persen datang sebagai pencari kerja, dan 20 persen warga NTT sedang menempuh pendidikan

"30 persen di antaranya itu menetap di Kota Makassar," kata Pius Nalang.

Dia mengatakan, masyarakat NTT di Sulsel tekah ikut mendorong sektor perekonomian di Sulsel. Terlebih, masyarakat NTT lebih banyak membantu pergerakan perekonomian di pasar-pasar maupun pelabuhan..

Karena itu, Dosen Ketua Stikes Gubung Sari Makassar ini menitip pesan kepada pemerintah Sulsel, supaya menjaga rasa aman dam nyaman bagi masyarakat NTT.

"Titip pesan ke Pak Wagub, menjaga rasa aman dan nyaman warga NTT di Sulsel. Supaya mereka tidak ada begal, perampok dan lain sebagainya," kata Pius Nalang.

Apalagi, dalam menghadapi Pilkada serentak, tentunya masyarakat NTT tidak ingin terganggu oleh isu SARA. Sebab, masyarakat NTT tetap ingin mengedepankan silaturahmi dengan seluruh masyarakat Makassar.

Sementara itu, Wagub Agus Arifin Nu'mang berjanji bahwa tugas utama pemerintah adalah memberi rasa aman kepada seluruh masyarakat.

"Kami dipilih oleh masyarakat Sulsel dan kami memimpin untuk seluruhnya bukan untuk sebagian orang," kata Agus.

Menurut wakil gubernur dua periode ini, dalam memimpin harus mengedepankan semangat kebersamaan dan komitmen kebinekaan. Sehingga seluruh keamananan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Kita tidak melihat apa agamamu, apa sukumu, karena sejak awal Indonesia lahir dalam keberagaman dan kebinekaan," ujar Agus.

Acara ini dilanjutkan dengan Do'a lintas agama yang diwakili oleh 5 pemuka agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha.

Munggu, 28 Januari 2018 (Amr/Er)