website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Berjuang Bukan di Zona Nyaman

  • 1558 pengunjung
  • 2198 hits
  • 24 Feb 2016

JANGANLAH berada di zona aman. Jika kita menginginkan suatu pencapaian lebih dalam pada kehidupan ini, maka harus ada yang dikorbankan, salah satunya adalah kenyamanan yang kita rasakan saat ini. Zona nyaman bukanlah tempat yang aman, karena sebenarnya kita seperti berselimut ditempat tidur dan tidak bergerak sementara orang lain disekitar kita berpacu dan telah mengambil segala peluang dan kesempatan yang mestinya menjadi porsi kita. Artinya, orang yang berada di zona aman, mereka membenamkan seluruh potensi dan peluangnya.

            Oleh karena itu dorong dirimu untuk tidak diam. Bergeraklah. Berkreasilah. Beraktivitaslah. Dan, jangan mau merasa nyaman dan ennak-enak saja. Hidup ini harus kerja, harus berjuang, harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu level ke level lain, dan pasti ada perjuangan. Pasti ada pengorbanan.

            Kita memang harus berani pindah. Kita harus berani naik pada level berikutnya. Apapun yang terjadi, kita harus berani melakukan sesuatu yang baru. Sebab, jika mau lebih baik dan lebih sukses, maka kamu mestilah mendorong dirimu maju agar tidak hanya pasrah pada apa yang kini kamu miliki. Kita tidak menghendaki yang tanpa tantangan. Untuk itulah, kehidupan ini akan kamu paksakan bergerak, walau itu bisa saja liar dan entah kemana. Kalau begitu, bekerjalah lebih keras, kejar impian serta keberhasilanmu yang berikut, bangun networking yang makin luas, maksimalkan kreativitasmu, antisifatiflah pada perkembangan lingkungan di sekitarmu. Jangan diam di zona aman. Raih impianmu!

 

(Makassar, 30 Juli 2014)

 

Terkait

    • 1555 pengunjung
    • 2258 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1504 pengunjung
    • 2161 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1588 pengunjung
    • 2303 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya