website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Ingat Waktu Wasit...!

  • 1554 pengunjung
  • 2117 hits
  • 23 Feb 2016

Kata-kata “waktu” menjadi ejekan dan hardikan ketika saya masih di SMA. Ingin menyontek ke temanku, tetapi dia belum mau kasih dan katanya “sebentar” atau “tunggu dulu”. Saya akhirnya jengkel dan berujar “hoooiii...ingat waktu wasit”. Ya, itulah masa sekolah yang kadang memaksa saya menyontek karena tidak belajar.

Adakah makna “ingat waktu wasit” yang kulontarkan saat itu? Tentulah iya. Maksudku sangat jelas, “ kalau kamu mau kasih jawaban tetapi waktunya sudah habis, maka untuk apa lagi?” Itulah tandanya bila waktu sangat penting. Malah, waktulah yang tidak bisa diubah, dia berjalan sesuai dengan manajemen alam yang baku. Dan, wasit akan menghentikan waktu sesuai yang ditetapkan.

Seiring dengan umur kita yang terus bertambah dan semua orang, mau kaya, mau miskin, mau pintar atau bodoh, pejabat atau anak buah, kandidat pemimpin atau bukan,memiliki waktu dengan jatah yang sama. Akan tetapi, kenapa ada yang berhasil, ada yang pintar, ada yang kaya, juga ada yang tidak seperti diharapkan, bahkan gagal? Jawabnya: dia menyia-nyiakan waktu. Mereka itulah yang membiarkan waktu itu berlalu tanpa makna, tanpa “legacy”!

Kalau begitu, keterampilan menentukan tujuan yang bisa menjadi penyebab. Sebab, tanpa “goal” atau tujuan dan target yang jelas, akan membingungkan kita mencari jalan pintas dalam menggapai tujuan yang telah kita targetkan. Ingat, kalau kita keluar dari pintu rumah dan tidak tahu mau ke arah mana, maka semua jalan akan menjadi arah penunjuk yang tidak jelas.

Itu sebabnya, fokus dan yakini tugas dan tanggungjawab. Kita manfaatkan waktu sebaik mungkin. Mulailah sesuatu dengan tekad mencapai akhir yang baik dan jelas. Tentukan prioritas yang harus dikerjakan. Tahulah siapa mitra kerja kita. Upayakan semua menang, “win-win solution”. Dan kita harus bersinergi dengan yang lain!

@Makassar, 19 Juli 2013

Terkait

    • 1597 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1540 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1634 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya