website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Kau Terdidik Jadi Petarung,Boss!

  • 1634 pengunjung
  • 1780 hits
  • 11 Apr 2016

Salah satu ciri dan karakter orang Bugis-Makassar yang terkader baik adalah petarung! fighter! Dan, sifat seperti itu juga mencirikan dia pelaut ulung yang sudah biasa menaklukkan gelombang dan badai di tengah samudera. Menggapai pulau harapan yang di balik fatamorgana dengan haling-rintang membentang!

Kau petarungkukah? Kau kader unggulankah? Kalau ya… maka tanda-tandanya, bila dia atau kau tetap landai-landai dan tenang-tenang saja dalam turbulence (gejolak) cuaca jelek sekali pun. Artinya tidak panik dan gamang karena kau atau dia punya elementary  prinsip yang bersumber dari etika budayamu yang bermuara pada prinsip kebenarang,kemaslahatan, dan tidak berhianat.

Kalau begitu, pegang teguh ki sifat-sifat petarung ulungmu, Komandan! Yaitu:

  • Percaya diri dan percaya dia (bawahan dan stafmu,temanmu, sahabatmu, dan tidak negative thinking
  • Selalu memilih jalan untuk kebaikan bersama, tidak ada niat menghancurkan yang ada.
  • Berusah mencari solusi dan peluang untuk keluar dari tantangan dan masalah yang ada.
  • Selalu ada hasrat berbagi dan tidak egoistic atau egoisentrisme kedaerahan.
  • Selalu tetap move on, berkreasi, melakukan terobosan dan ulet bekerja dalam situasi dan cuaca apa pun yang ada.
  • Selalu siap bertanggung jawab dunia-akhirat, karena seorang penentu selalu meletakkan  tanggung jawab pada dirinya bukan mengkambing hitam-kan orang lain.

Aiiiii, saya curiga kalian semua petarungku yang mau jadi hero untuk sebuah kebaikan!Insya Allah,Tuhan melihat dan menuntun kita dari nawaitu yang ikhlas,  dari jalan kebenaran yang kita pijak. Kita pasti menang!

Insya Allah, salamakki tapada salama’.

16 Juni 2015

Terkait

    • 1655 pengunjung
    • 2264 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1592 pengunjung
    • 2163 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1697 pengunjung
    • 2310 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya