website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Kontrol Mood Hingga Kontrol Fokus

  • 1369 pengunjung
  • 2072 hits
  • 23 Feb 2016

Suatu pertandingan, tetap saja membutuhkan kerja sama tim yang solid. Pertandingan tinju yang menghadapkan dua petinju berbeda misalnya, pastilah masing-masing memiliki tim, antara lain pelatih, manajer, dan lain-lain. Diantara kesiapan  tim untuk menang itu, mestilah kita menyadari beberapa poin penting yang mendasari kesiapan tim.

Salah satunya, bagaimana kita mengontrol mood tim. Adakah mood atau suasana hati yang baik  itu dapat dikontrol? Mestinya iya! Jangan sampai badmood melanda kita, apalagi jika itu mempengaruhi tim. Makanya, kontrol mood tim agar tim tetap baik. Upayakan semua happy, tidak ada yang galau dan panik. Toh, bila ada yang panik maka tidak akan ada yang lebih baik.

Hal lain yang menjadi bagian kerja tim adalah bagaimana kita menghadapi momen-momen menentukan. Memang, pastilah selalu ada masalah yang kita hadapi, khususnya suasana kritis dan dinamis. Jika hal itu ada, kita haruslah meyakinkan diri bahwa tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Kita harus menemukan solusi. Kita urai  masalah itu, lakukan secara bertahap. Jangan diam! Kalau perlu, kita mencari pemecahan secara bersama, juga secara berjenjang. Toh, kita dapat membaca tanda-tanda alam, dan Insya Allah kita mampu memenangkan pertarungan atau menaklukkan setiap masalah yang ada.

Selain itu, mesti pula ada kontrol terhadap fokus. Intinya, kita akan mengendalikan keberhasilan dari tujuan kita. Dan, jangan berhenti untuk selalu meminta tolong kepada semua pihak. Sebab, tak ada tim yang sukses jika hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, terlebih jika pertandingan itu melibatkan orang lain.

Fokus, tetaplah fokus! Kontrol semua hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan. Oleh karena itu, teruslah bergerak. Tetap luruskan niat dan tekad kita semuanya untuk rakyat dan kemajuan daerah.

@Sinjai – Makassar, 28 November 2012

Terkait

    • 1349 pengunjung
    • 2103 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1316 pengunjung
    • 2009 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1377 pengunjung
    • 2155 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya