website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Syukur Gapai Sukses

  • 1371 pengunjung
  • 1988 hits
  • 22 Feb 2016

Tahu bersyukur adalah awal dari kesuksesan! Syukur merupakan awal yang baik dan menentukan dalam mengawali langkah menggapai sukses yang diimpikan. Rasa syukurlah yang membuat orang bisa merasakan ketenangan, kebahagiaan, serta keindahan kehidupan. Bahkan kalau mau merasakan kebahagiaan, resapi makna syukur itu dari apa yang kita peroleh serta miliki saat ini, antara lain mata, nafas, istri atau suami, anak, rumah, pekerjaan, fasilitas kendaraan, dan lain-lain.

Begitu banyak yang Allah telah berikan pada kita, lantas adakah kita sudah berterima kasih akan nikmat pemberian-Nya itu? Dengan menyatakan syukur kita pula, apakah kita sudah berterima kasih kepada istri atau suami dan anak-anak kita, bahkan teman, kerabat dan tetangga kita? Yang pasti, ada andil positif mereka pada hadirnya kebahagiaan-kebahagiaan dalam hidup kita. Paling tidak mereka telah ikut mewarnai hidup kita sehingga banyak yang kita capai saat ini yang tentunya semua karena ridha Allah SWT dan doa-doa serta bantuan langsung atau tidak langsung orang yang bersentuhan dengan kita.

Kalaulah begitu, kita patut bersyukur dan berterima kasih. Balas budilah, minimal dengan tegur sapa sebagai salah satu bentuk bersyukur. Patut diingat, kalau kita tahu bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita. Namun bila sebaliknya, lupa diri, sombong, dan merasa hebat sendiri, maka tunggu saja harapan kita tidak diterima Allah dan nikmatnya pun akan dihilangkan. Makanya, berterima kasih itu adalah bagian dari bersyukur. Adapun implementasinya : tegur orang yang ada disekitar kita, rajinlah menyapa, jangan sombong, dan buatlah rahmat pada keadaan dan makhluk di sekitar kita.*

 

                                                                                                                                                (2 September  2012)

Terkait

    • 1369 pengunjung
    • 2142 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1327 pengunjung
    • 2043 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1392 pengunjung
    • 2185 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya